Rabu, 26 Desember 2012

1st Day (Ko-Ass)

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi seorang dokter muda di RSD dr. Soebandi. Stase pertama yang harus aku lewati adalah stase mata. Stase ini merupakan salah satu stase minor yang melelahkan. Mengapa melelahkan? Karena tugasnya yang bejibun, mulai dari lapsus, refrat, tugas harian, pre-test, post-test, dan tugas-tugas yang lain, tak lupa pula ditutup dengan ujian lisan dan responsi. Dengerinnya aja susah WOW apalagi melakukannya tapi tetap harus positive thinking dan semangat karena tak ada sesuatu apapun yang didapat tanpa dilakukan pengorbanan. Belajar mengorbankan dan mengikhlaskan waktu bermain dan berleha-leha. Walaupun demikian, sebenarnya masih bisa bermain-main kok tapi harus pintar-pintar manage waktu dan menjaga kesehatan.
Beberapa pengalaman menarik dan konyol telah aku lalui hari ini. Kerennya kalau sudah jadi DM, kita bisa memegang pasien secara langsung. Namun, harus selalu ingat bahwa pasien adalah manusia yang harus tetap dihormati dan dijaga kehormatannya. Kita harus pandai-pandai dalam memegang pasien. Maksudnya memegang disini bukan hanya pegang tangan ya, tapi lebih luas lagi yaitu menganamnesis (menanyakan identitas diri dan keluhan-keluhan yang dirasakan), pemeriksaan hingga pembuatan resep. Mengapa harus pandai memegang pasien? Karena pasien adalah guru terbaik seorang DM. Melalui pasien, seorang DM dapat belajar penyakit secara visual. Penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah dipelajari melalui text book.
Selain hari ini pengalaman pertamaku jadi DM, hari ini juga merupakan hari pertamaku jaga on call. Semoga tak ada pasien baru yang datang malam-malam ke IGD dengan keluhan sakit mata supaya gak keluar rumah malam-malam, aslinya sih males ganti-ganti baju, keluarin motor dan melaju malam-malam menuju rumah sakit.hehehe...
Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan mendapatkan ilmu yang banyak, serta selalu sehat walafiat. aamiiin.

Jadilah Pemuda Muslim yang Taat dan Pandai


Pemuda muslim bukanlah pemuda yang latah dengan perkembangan zaman. Pemuda muslim sejati selalu mempunyai keteguhan hati untuk memperjuangkan kebenaran yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-sunnah. Segala ucapan dan tindakannya hanyalah untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia semata. Janganlah takut dianggap kuno atau tidak gaul hanya karena selalu berupaya menjalankan perintah dan sunah-Nya. “Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani). Namun, pemuda muslim sejati bukan pula yang tertinggal oleh perkembangan zaman karena Allah telah menganugerahkan manusia akal untuk berpikir. "..... Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar : 9). Allah menganjurkan kepada manusia untuk menuntut ilmu karena Allah menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia dan sepandai-pandainya manusia adalah yang mampu mengambil hikmah-Nya.

Selasa, 30 Oktober 2012

Double K (Kanker dan Korupsi)



Indonesia diibaratkan tubuh manusia dan sel-selnya adalah rakyat Indonesia.  Tidak hanya sel baik saja yang menyusun tubuh manusia, namun sel jahat tidak jarang pula turut berpartisipasi di dalamnya. Sel jahat lebih dikenal dengan sel kanker. Sel kanker akan berproliferasi atau tumbuh dengan cepat. Sel kanker tumbuh dengan cara menekan sel normal (sel baik) sehingga sel kanker tumbuh membesar. Awalnya sel kanker hanya menggerogoti satu tempat, namun lama-kelamaan sel kanker akan bermetastase atau menyebar ke tempat lain. Pertumbuhan sel kanker ini sama halnya dengan korupsi.

Korupsi sudah menyebar luas di Indonesia, malah sudah ada yang tersusun sistematis seperti halnya jaring laba-laba. Melihat fenomena ini, seandainya saya ketua KPK maka saya akan menyusun strategi. Pertama, saya menyusun peraturan pemberantasan korupsi, lalu menganalisis jaring laba-laba yaitu mencari koruptor beserta relasi-relasinya karena tak jarang antara satu korupsi dengan korupsi yang lain saling berkaitan.

Cara memberantas korupsi sama halnya dengan cara memberantas sel kanker, yaitu pemberantasan hingga akarnya. Karena itu, diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh karena jika ada bagian kecil saja yang tidak terdeteksi, ditakutkan dari yang kecil itu tumbuh membesar dan akhirnya menyebar ke tempat yang lain lagi sehingga pemberantasan tidak akan bisa tuntas. Sedangkan untuk pelakunya, sebaiknya meniru cara pengobatan kanker yaitu membuang kanker itu sendiri dan kemoterapi. Membuang kanker diartikan mengasingkan para pelaku koruptor. Sedangkan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa diartikan dengan diadakannya penyuluhan bahayanya korupsi sehingga mampu membunuh niat rakyat untuk berkorupsi.

Jumat, 12 Oktober 2012

Bahagia Karena Bersyukur

Setiap manusia berhak berkhayal. Berharap lebih dari apa yang dimiliki saat ini. Karna hal itu dapat membuat   hidup semakin bersemangat untuk meraih sukses masa depan. Keinginan dalam hidup ibarat menggali lubang,  dimana lubang itu harus ditutupi pasir supaya tidak berlubang lagi dan pasir itu adalah sebuah usaha. Semakin besar suatu keinginan berarti semakin dalam lubang digali, secara otomatis hal itu membutuhkan pasir yang lebih banyak lagi alias dibutuhkan banyak usaha untuk mencapai keinginan.

Tak semua orang beruntung dengan harta yang melimpah, kebahagiaan yang mencerahkan jiwa. Tapi tak ada yang salah ketika banyak orang mengharapkan semua surga dunia itu. Keinginan yang selalu berharap untuk terkabul. Keinginan yang selalu didambakan supaya cepat terealisasi. Keinginan yang tak jarang membuat seseorang menjadi terlena. Terlena akan kegemerlapan kebahagiaan yang dijanjikan. Padahal kebahagiaan itu sebagian besar bukan berasal dari luar tubuh kita melainkan dari dalam diri kita.

Kita akan merasa bahagia ketika signal kebahagiaan yang ada dalam diri kita menyatakan bahwa kita sedang bahagia. Kita sedang bahagia ketika otak kita menyetujui bahwa kegembiraan berpihak pada diri kita. Lalu mengapa kita masih buta dengan kebahagiaan itu. Kita bisa bahagia walau dalam keadaan gundah gulana. Kita mampu membahagiakan diri kita kapanpun dan dimanapun. Karena kebahagiaan ada dalam relung jiwa kita dan selalu bersama kita. Tak jarang kebahagiaan mengetuk pintu hati kita untuk mempersilakannya masuk tapi cukup jarang hati kita membiarkan kebahagiaan itu masuk dan membahagiakan kehidupan kita.

Syukur adalah sahabat terdekat bahagia. Bahagia sangat menyenangi orang-orang yang bersyukur. Tak jarang bahagia sulit berpisah dari orang-orang yang dengan tulus ikhlas menerima semua yang dia punyai. Walaupun di hadapan orang lain itu kurang, namun bagi orang yang pandai bersyukur itu adalah cukup. Namun, realita zaman sekarang, jarang orang yang mampu bersyukur dengan semua yang didapat. Kekurangan dan mengharapkan lebih dan lebih lagi, itulah yang lebih sering menghinggap di pemikiran sebagian besar orang. Berharap memiliki kebahagiaan seperti orang lain, berharap memiliki harta melimpah seperti orang lain, berharap memiliki seluruhnya seperti yang orang lain miliki. Kurang adanya rasa bersyukur itulah yang membuat bahagia malas untuk mendekatinya.

Biarkanlah bahagia menemani kehidupan kita. Dan menjadikan bahagia sahabat terbaik kita, yaitu dengan cara merekrut syukur sebagai asisten pribadi kita :)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Resensi Novel Menggapai Impian, Merengkuh Cinta



Novel "Menggapai Impian, Merengkuh Cinta" adalah salah satu novel yang saya dapat karena saya memenangkan lomba resensi novel "Antusiasme". Saya sangat senang sekali karena selain mendapatkan novel, saya juga mendapat surat yang ditulis langsung oleh penulisnya (tulisan tangan), yaitu Heni Kurniawati. Tapi sebenarnya ada yang miss karena tanda tangannya tidak tertulis di bukunya langsung. Ibaratnya sudah dikasih emas tapi malah minta berlian.hehehe...kurang bersyukur.

Novel ini bercerita tentang seorang cewek bernama Naila yang berasal dari keluarga kurang harmonis, ayah dan ibunya sudah bercerai. Dia adalah anak pertama dari lima bersaudara. Meskipun dia berasal dari daerah, tepatnya Pare, Kediri namun dia mempunyai tekad yang kuat untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. Dia pun nekat kuliah ke Surabaya dan berusaha membiayai kuliahnya dengan uang hasil kerjanya sendiri. Awalnya dia bekerja di sebuah restoran Jepang, lalu dia melamar menjadi pegawai kantoran yang berkecimpung dalam dunia jasa penerjemah, Inggris - Indonesia dan Indonesia - Inggris. Di kantor itulah Naila bertemu dengan Erick. Lalu mereka saling jatuh cinta. Erick adalah bos sekaligus pacar yang sangat dicintai oleh Naila. Namun ternyata indahnya cinta tak selamanya berpihak kepada mereka. Erick harus kembali ke Palu setelah mamanya meninggal. Naila dibuat kecewa oleh Erick karena Erick tak pernah menjelaskan alasannya untuk tidak kembali ke Surabaya dan memutuskan hubungan mereka. Untunglah Naila masih mempunyai sahabat-sahabat yang selalu menghiasi hidupnya. Akhirnya Naila keluar dari kantor itu dan membuka usaha sendiri. Usahanya tak jauh dari keahliannya, yaitu jasa penerjemah. Seiring berjalannya waktu, Naila sadar bahwa dirinya adalah muslimah, sudah seharusnya dia menutup auratnya. Keputusan Naila untuk berjilbab mampu menggetarkan hati Izzul. Izzul pun segera melamar Naila. Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba Erick muncul lagi di hadapan Naila. Naila yang dalam proses menuju pernikahan pun menjadi kaget. Otaknya masih berteriak meminta penjelasan mengapa Erick meninggalkannya pada waktu itu. Erick pun menjelaskan alasan mengapa dia tak kembali ke Surabaya dan memilih menetap di Palu, karena itulah keinginan mamanya sebelum mamanya meninggal. Erick meminta maaf kepada Naila dan dia meminta Naila untuk kembali kepadanya. Namun, Naila menolaknya, Naila sudah menerima lamaran Izzul yang berarti Naila sudah memutuskan untuk menjalankan hidup bersama Izzul. Akhirnya Naila dan Izzul menikah dengan dihadiri oleh Erick. Tak lama kemudian Erick kembali ke Palu. Kembalinya Erick ke Palu seorang diri adalah suatu kebahagiaan untuk Deeya, sekretaris sekaligus seorang gadis yang mencintai Erick.

Secara keseluruhan alur cerita dalam novel ini sangat bagus. Cerita cinta yang bercabang ini tertulis sangat rapi dan mudah dipahami. Dengan gaya bahasa campuran antara bahasa indonesia dan bahasa khas Jawa Timur atau ala Surabaya membuat saya semakin nyaman untuk membacanya karena kebetulan saya berasal dari Surabaya sehingga hafal dengan logat bicaranya. Selain itu, novel ini syarat dengan pesan-pesan moral. Dalam novel ini mengajarkan kepada kita bahwa semua orang berhak untuk menggapai impiannya. Impian tak mengenal harta atau silsilah keluarga. Impian lebih mengenal usaha dari yang ingin mencapainya. Siapa yang mau berusaha maka dialah yang berhak menggapainya. Ibarat padi, siapa yang mau menanamnya maka dialah yang akan memanennya. Tapi jangan lupa untuk berdoa juga. Penulis juga mengajarkan bahwa penting untuk belajar ilmu ikhlas karena kita tak berhak memutuskan segala sesuatu semau kehendak kita. Kita hanya berhak menjaganya, begitu pula dengan cinta, kita hanya berhak menjaganya ketika cinta itu menjadi hak kita tapi kita harus ikhlas melepaskannya ketika cinta itu tak berpihak lagi kepada kita. Allah lebih mengetahui jauh daripada yang kita ketahui. Dan sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang sudah halal.

Di lain sisi, penampilan novel ini sedikit membosankan. Penyetakan novel seperti buku sepertinya kurang tepat karena novel terlihat bukan seperti novel biasanya tapi malah seperti buku sekolah. Sebaiknya novel dibuat dalam bentuk yang lebih kecil dan tulisan dibuat lebih jarang sehingga pembaca lebih nyaman untuk membacanya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Bukan Cowok Biasa


Tiga puluh tahun yang lalu aku terlahir di dunia ini. Kini usiaku sudah tak muda lagi. Namun, aku belum menuju ke pelaminan hingga saat ini dan itulah yang membuat keluarga terutama orang tuaku semakin khawatir. Selain itu, aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adikku adalah cowok dan mereka sudah menikah. Aku belum menikah bukan karena aku tak cantik. Aku cantik. Tinggiku 165 cm dengan berat 45 kg.
“Lil, kamu kenapa sih kok belum menikah?”
“Nanti kalau aku menikah, kamu mau shopping sama siapa?”
“Hadeh, aku ini serius. Jawabnya kok malah kayak gitu.”
“Hahaha... lama-lama kamu kayak bundaku ya. Tiap hari selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama. Aku aja sampai bosan jawabnya. Kok bisa-bisanya kalian tak bosan-bosannya tanya kayak gitu ke aku.”
“Soalnya kita belum dapat jawabannya.”
“Kapan aku gak pernah jawab? Aku kan selalu menjawab dengan jelas.”
“Apa? Kamu masih saja tunggu pangeran berkudamu datang jemput kamu? Ada-ada aja ya kamu ini. Jangan mengkhayal deh. Kita ini hidup di dunia nyata.”
“Hahaha... tunggu saja tanggal mainnya. Coming soon.”
“Kamu kenapa sih gak mau terima cowok-cowok yang mau jadi pacar kamu? Kamu pacaran aja dulu, nanti kalau cocok, lanjut deh ke pelaminan.”
“Enak banget ya ngomongnya, ngelakuinnya ini yang sulit. Sudah deh, doakan saja temanmu yang cantik ini semoga dapat jodoh yang tepat dan pada waktu yang tepat. Aamiiin.”
Aku memang selalu terlihat tegar perihal masalah jodohku meskipun aku pun semakin hari sebenarnya semakin khawatir dengan usiaku yang semakin tahun semakin bertambah alias aku sudah semakin tua. Tak jarang aku mendengar julukan ‘perawan tua’. Tapi itulah pilihan hidupku. Aku tak mau menerima cowok-cowok itu bukan karena aku mempunyai syarat-syarat yang super sulit sebagai calon suamiku. Tapi aku ingin ada cowok yang mendekatiku bukan untuk menjadi pacarnya namun jadi istrinya dan aku belum menemukan cowok seperti itu. Biarkanlah aku menanti jodohku. Walaupun aku tersiksa dengan kekhawatiranku tapi semakin hari aku semakin yakin bahwa aku akan bertemu dengan jodohku. Bukan sekedar cowok biasa tapi seorang pria yang bisa membimbingku untuk selalu mencintai-Nya dan semakin mencintainya.

Cinta Satu Arah


“Kak. Kamu lagi ngapain? Boleh minta tolong anter ke perpus gak? Ban motorku bocor nih.”
“Sekarang kamu lagi diman?”
“Masih di rumah.”
“Ok. Tunggu sebentar ya.”
“Ma’acih kakak.”
Permintaan-permintaan manja Dina selalu menghiasi hidupku. Aku selalu berusaha memenuhi semua permintaannya walaupun aku harus bersusah payah untuk mengabulkannya. Contohnya saja siang ini. Siang yang terik ini Dina memintaku mengantarkannya ke perpustakaan kampus dan dia masih berada di rumah sedangkan aku sekarang sudah ada di kampus. Jarak tempuh kampus dan rumah kita paling cepat bisa ditempuh 30 menit.
Aku tak pernah bisa menolak permintaannya. Aku dan dia sudah bersahabat sejak kecil. Terdapat beberapa persamaan yang kita rasakan. Kita sama-sama memiliki orang tua yang super sibuk dan kita sama-sama anak tunggal jadi wajarlah kalau kita sama-sama kesepian. Karena kebersamaan kita yang mulai dari kecil, kita pun tak segan saling memanggil kakak adik. Ada yang beranggapan bahwa kita mempunyai hubungan darah tapi ada pula yang beranggapan bahwa kita sedang menjalin kasih. Awalnya aku berpikir bahwa anggapan itu sangat konyol. Tak mungkinlah aku suka dengan cewek yang sudah aku anggap adekku sendiri. Namun, semakin bertambahnya usia kita, aku merasakan ada getaran-getaran cinta yang mulai merasuki perasaanku. Bukan lagi perasaan sayang dari kakak untuk adek tapi perasaan sayang dari cowok untuk cewek.
“Dek, kalau kamu punya sahabat terus sahabatmu suka sama kamu. Responmu gimana?”
“Aku punya satu komitmen, kalau sahabat selamanya akan jadi sahabat. Aku gak mau hubungan persahabatan yang sudah aku buat ma sahabatku menjadi renggang cuma karena cinta. Cari sahabat kan lebih susah daripada cari cowok kak. Kak. Aku mau cerita sesuatu.”
“Kayaknya cerita bagus nih kok kamu kayaknya antusias banget mau cerita. Ada apa adekku sayang?”
“Aku jadian sama Riko. Asiiiiiiiiik. Kakak masih ingat Riko kan? Cowok yang aku ceritakan dulu itu lho kak, cowok yang.......................................”
Dina masih saja menceritakan kegembiraannya. Aku hanya bisa menganggukkan wajah dan terkadang menyunggingkan sedikit senyuman atau sekedar tertawa palsu. Tak ada yang salah dengan cinta. Tak ada yang salah dengan perasaan. Biarkanlah keadaan tetap seperti ini walaupun cinta tak sedang berpihak padaku. Kita tak akan pernah tau apa yang terjadi esok karena tomorrow is mistery.

Senin, 01 Oktober 2012

Cintaku Hilang


Suasana sangat hening. Tak ada suara yang terucap maupun terdengar. Hanya hembusan angin yang terasa sangat dingin, sedingin badanku yang mulai kaku di tepian pantai.
Tak terasa perpisahanku dan dia sudah dua tahun yang lalu. Perpisahan yang sangat menyayat hatiku, memecahkan kepalaku. Untungnya saja logikaku masih kuasa menahan segala amarahku.
Perjodohan itu masih terasa sangat memukulku, melemparku ke batuan karang yang sangat terjal. Aku tak kuasa memikirkannya namun masalah itu tak kunjung pergi dari otakku. Masalah itu sudah bersarang di pikiranku.
Ingin rasanya mengikhlaskan kejadian dua tahun yang lalu di tepian pantai itu. Ingin rasanya membebaskan perasaanku dari penjara hatiku. Tapi aku belum kunjung menemukan cara yang paling tepat untuk melepaskan semuanya.
Gelapnya hari mengajakku meninggalkan pantai itu. Aku berusaha melangkahkan kakiku yang sudah melemas.
“Kring...”
“Hai dik...masih ingat aku? Aku Cita. Maaf, hapeku hilang. Sekarang aku pakai nomer ini. Oh ya, ini foto bayiku yang baru lahir tadi pagi. Namanya Dika. Sengaja aku kasih nama mirip sama kamu, Diki. Lucu kan? Kapan nie kamu pamer anakmu ke aku? Ayo ayo lekas nikah. Nanti anak kita, kita jodohkan saja.”
Tanpa diminta pandangan kosong itu sirna menjadi berkaca-kaca. Bibir yang tak berucap menyunggingkan senyum indah. Hati yang sepi menjadi berisi penuh semangat.
“Masih ingatlah. Iya, lucu banget. Cantik karena namanya mirip kayak aku, aku kan cakep.hahaha... gak mau ah jodoh-jodohin anak, biar mereka mencari cinta sejatinya sendiri saja. Enak aja, sudah besarinnya bikin repot, mau nikahin aja mau ikut repot-repot juga. Ogah ah.”

Pergolakan Logika dan Hati


Hujan semakin deras. Tangisku pun semakin keras. Aku ingin meluapkan semua kekesalanku. Aku ingin berteriak pada hujan. Aku ingin menyuarakan isi hatiku pada petir. Kesal dalam hatiku tak dapat aku bendung lagi. Aku membencinya. Atau lebih tepatnya aku mulai membencinya.

Empat tahun tak berarti. Semua kebahagiaan menghilang bersama derasnya air hujan yang mengalir deras menuju laut. Peristiwa siang ini sungguh membuat kakiku tak mampu berdiri tegak. Pemandangan yang tak ingin aku lihat terlihat jelas di depan mataku. Aku melihatnya berdua dengan orang. Seseorang yang selama empat tahun bersamaku, berbagi cerita rahasia, berbagi kasih sayang. Siang ini membuat luka hatiku.

Aku tak mampu menguasai pikiran dan hatiku. Keduanya saling berlomba argumen. Tak ada yang mau mengalah. Logikaku mengatakan “Dasar bodoh, maunya dibohongi sama orang yang paling kamu percaya. Dia sudah pernah berbohong ke kamu. Dia sudah pernah mengkhianati kepercayaanmu. Misalkan saja dia bilang akan berubah, tapi apakah kertas yang sudah tergores tinta bisa putih kembali? apa gak mungkin dia akan melakukan hal yang sama? Sekali berbohong, dia akan mengulangi kebohongannya lagi untuk menutupi kebohongan yang lain.” Namun, hatiku berkata lain “Dia pernah menyayangimu. Dia pernah menjadi orang yang paling romantis sedunia. Dialah orang yang selalu mengantakanmu ke dokter ketika kamu sakit. Dialah orang yang tak pernah jera ketika kecerewetanmu membuat ulah. Dialah orang yang menjagamu ketika orang tuamu tak bisa menjagamu dari dekat. Ingatlah kebaikan-kebaikannya. Tak ada manusia yang sempurna. Kamu sangat marah karena kamu sayang kepadanya. Perbedaan benci dan sayang memang sangat tipis.”

“Aaaaahhhhh.....” aku tak mampu menyalahkan argumen dari akalku tapi aku juga tak mampu menyangkal perasaanku yang masih menyayanginya. Tapi aku harus segera memutuskan langkahku. Aku tak mau berlarut-larut seperti ini.
“kring...”
“Hallo...apa kabar sayang?”
“Dik...maaf, aku ingin pindah keluar kota dan kamu tau kan kalau aku tak bisa LDR.”
“Maksudmu apa cit?”
“Aku ingin kita bersahabat saja dik. Maaf. Terimakasih atas semua pengorbanan yang selama ini kamu lakukan. Aku berhutang jasa padamu. Terimakasih. Klik.”

Aku tak mampu meneruskan bicaraku. Aku tak mau dia mendengarku menangis. Good bye my love. Thanks and sorry.

Rabu, 26 September 2012

Bluefly (part 1)


namaku bluefly. aku adalah seekor kupu-kupu berwarna biru. kecantikanku mampu menyihir mata tiap orang yang melihatku, aku suka terbang bebas di atas awan. aku juga suka terbang dan masuk ke pekarangan atau ruang tamu. tak ada yang pernah mengusirku dari rumah mereka. mereka senang sekali ketika aku mengunjungi rumahnya dan terbang kesana-kemari dengan indahnya. tak jarang pulang sorot kamera mengikuti langkahku ketika aku terbang dengan bebas dan indahnya di dalam rumah mereka atau sekedar berjemur di taman bunga. aku senang sekali ketika melihat senyum mereka terlihat merekah seperti merekahnya bunga-bunga yang terhampar luas di hadapanku saat ini.
"Brakkk" aku tak mampu menyeimbangkan diriku. kepalaku pusing. aku mulai melayang, aku mulai terbang tapi aku tak mampu mengepakkan sayapku, aku hanya mampu pasrah jatuh di atas rumput-rumput. aku terdiam cukup lama, aku tak mampu bangun dari tempatku jatuh. dan aku tak ingat apa yang terjadi lagi.
pelan-pelan aku sudah mampu membuka kelopak mataku. tak terasa hari sudah berubah menjadi gelap. ternyata aku tertidur cukup lama, atau lebih tepatnya aku pingsan cukup lama. aku berusaha bangun tapi "ahhh..." sayap kananku terasa sakit sekali. aku berusaha dengan sekuat tenaga mencari asal sakit itu karena badanku masih terasa lemas. aku tak tahan menahan air mataku tapi aku juga tak bisa menyalahkan siapapun. yang aku tau, tadi aku melihat bola putih menyerempet tubuhku hingga aku terjatuh dan aku tak ingat apa-apa, lalu saat ini aku melihat sayap kananku patah. kemana aku harus mengadu? aku sudah tak mampu terbang jauh dalam kondisi seperti ini. rasanya ingin sekali segera cerita ke ayah dan bunda. aku ingin segera pulang. isak tangispun tak dapat aku bendung. air mata sudah membasahi tubuhku namun aku pun tak kunjung berhenti menangis. tangisku pun semakin keras karena semua masalah semakin menumpuk. aku harus menahan luka. aku harus segera pulang supaya lukaku bisa segera diobati tapi aku tak mampu terbang pulang ke rumah. bagaimana caranya aku bisa pulang ke rumah, tak ada satu pun kupu-kupu yang lewat di depan mataku. bagaimana caranya aku memberitahu orang tuaku kalau lukaku semakin sakit dan semakin sakit. aku tak mampu memikirkan semuanya dalam satu waktu, kepalaku mulai pusing. aku tak bisa berpikir apa-apa lagi. aku hanya mampu menangis dan menangis, berharap keajaiaban Tuhan datang berpihak padaku.

bersambung...

Selasa, 25 September 2012

Sebuah Pengganti


selama aku kuliah, rasanya belum ada prestasi yang aku cetak. aku mengalami penurunan yang sangat drastis dalam hal akademikku. selama ini aku hanya menyalahkan kondisiku yang jauh dari orang tuaku. aku merasa belum mampu menerima semua masalah yang aku hadapi hari demi hari sendirian tanpa menceritakan semuanya kepada orang lain, tentunya orang yang sangat bisa aku percaya dan sampai detik ini hanyalah orang tuaku. aku merasa ada yang membebaniku. aku merasa hidupku lebih berat. aku tak setiap hari telpon dengan orang tuaku, meskipun hanya ditelpon sekitar 2x dalam seminggu dan sekitar 2 jam tiap kali telpon tapi waktu itu tak cukup untuk menceritakan semua yang aku hadapi. selain itu, aku termasuk orang yang moody, ketika aku tak mau cerita maka aku tak cerita dan aku paling mood untuk cerita adalah ketika kejadian itu baru saja terjadi karena aku suka melupakan sesuatu dan itu memang aku biasakan, terutama untuk hal-hal yang menyakitiku karena aku tak mau mendzolimi diriku sendiri, aku tak suka menyakiti perasaanku dengan rasa dan pikiran yang merugikan buatku.
namun, point utamanya sebenarnya bukan pada hal itu. teman-temanku yang lain juga jauh dari orang tuanya tapi ternyata mereka masih bisa gemilang dalam hal akademiknya. sepertinya kesalahan adalah dalam diriku sendiri, aku kurang giat dalam belajar. aku tau kelemahanku tapi aku lemah melawannya, atau aku yang kurang berusaha untuk melawannya. namun, hal itu sudah terlambat, masa kuliahku di S1 sudah aku tuntaskan meskipun dengan hasil yang kurang memuaskan karena tidak sesuai targetku. oleh karena itu, aku ingin sekali di akhir masa kuliah S1 ku, aku mengukir prestasi, aku ingin mengikutsertakan skripsiku ke ajang lomba PKM dimana aku sangat berharap bahwa aku bisa lolos PKM dan berlanjut ke PIMNAS serta lolos menjadi pemenang PIMNAS. aamiiin. aku ingin mencetak prestasi pertamaku di kesempatan terakhirku di S1. aamiiin allahumma aamiiin.
semoga Allah dan orang tuaku meridhoi semua jalan yang aku tempuh karena senyum orang tuakulah yang ingin aku rengkuh. mungkin tak bisa lewat nilai yang baik namun bisa digantikan dengan kemenangan yang berasal dariNya. semoga Allah memudahkan jalanku dalam meraih bahagia orangtuaku.aamiiin.
Ya Allah...Engkau lebih tau apa yang terbaik untuk hamba maka hamba serahkan semua urusan hamba kepadaMu...insyaAllah hamba ikhlas menerima semua keputusanMu :)

Dia Bisa, Aku Pasti Bisa


rasanya senang ketika melihat orang lain berhasil, terutama orang yang dekat denganku. rasa bangga yang dia dapatkan terasa pula di relung hatiku. ini mungkin karena pengaruh rasa simpati yang melekat pada diri manusia, termasuk aku. senyum terukir indah mengiringi berita yang membahagiakannya. aku pun turut mengukir senyum, senyum bahagia atas keberhasilannya. rasanya ingin pula merasakannya, menempati posisinya dimana berganti posisi dan aku langsung yang menerima kebahagiaan itu, bukan hanya ikut serta merasakannya kebahagiaannya.
terkadang, tak jarang di dalam kebahagiaanku itu terselip rasa iri dan beribu pertanyaan yang sering sekali meragukan kemampuan dalam diriku sendiri padahal tak semua orang memiliki kesempatan dan kelebihan yang sama. dia bisa mendapatkannya tapi aku tidak, bukan berarti aku tak mampu tapi mungkin kesempatanku tidak disitu. bisa jadi dia mendapatkan hal satu itu tapi dia tidak mendapatkan hal yang lain yang kita dapatkan. tak seharusnya aku menyelipkan rasa iri itu di relung hatiku karena dia hanya akan membusuk dan meracuni sekitarnya. ambil positifnya saja, ambil manfaatnya saja. dia bisa cemerlang dalam hal itu dan aku bisa cemerlang dalam hal lain. dia bisa, aku pasti bisa.
berusaha berusaha dan berusaha...jangan terlalu memikirkan hasilnya tapi terus berusaha melakukan yang terbaik karena dalam hal pasti ada hikmahnya...jadikan semuanya adalah ladang belajar dan mencari kebahagiaan dunia dan akherat.
semangattttttttttttttttttttttttttttttttttttt...aamiiin ^^_

#anggaplah kamu berbicara pada dirimu sendiri
yang bisa merubah diri kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain karena kitalah pemilik utama diri kita

Sayangi Otakmu


lama tak menulis...rasanya sulit sekali untuk membuat satu kalimat yang bagus dan membentuk paragraf yang saling sinergis antar kalimatnya. sesuatu yang jarang dilakukan atau belum pernah dilakukan memang akan menemui suatu titik awal berupa kesulitan. memang tak semuanya akan mengalami kesulitan tapi sebagian besar akan merasakan hal itu. anggap saja otak kita adalah pisau, ketika pisau itu jarang sekali diasah maka pisau yang awalnya tajam maka akan bisa tumpul atau malah berkarat. dari filosofi pengasahan pisau itu sama halnya dengan otak kita. ketika otak kita jarang diasah, jarang diajak berpikir positif, jarang diajak berdiskusi hal-hal yang baru, jarang diajak bermain dengan permainan logika maka dia akan menjadi pemalas, atau malah otak kita mati suri. jangan sampai mati suri deh karna ketika otak kita mati suri so bisa diprediski dia bakal sulit banget dibangunkan. so...apa yang harus kita lakukan???
mulai sekarang, lebih tepatnya mulai detik ini jangan abaikan otak kita, jangan sering-sering dicuekin. kita butuh banget keberadaan dia, kalau dia ngambek pada saat yang tidak tepat alias waktu kita butuh dia buat berpikir, bisa gaswat deh...gak mau kan kalau dikatain lola alias loading lama atau nama kerennya lemot.hahaha...
ayo sayangi otak kita. jadikan dia anugerah terindah dariNya karena lewat dia lah kita bisa menguatkan iman kita atas segala penciptaanNya. daripada dikatain bodoh, mending teriak aja kalau dia pinter, kalau dia pinter kan kita juga ikut tenar.hahaha... atau terus ajak dia ngobrol supaya dia biasa bekerja alias gak jadi pemalas, siapa tau nanti dia bisa nemuin banyak penemuan, bisa-bisa karena dia kita bisa jadi kayak Einsten, keren banget tuh. tapi jangan disuruh kerja terus ya, dia butuh istirahat dan makan juga. pokoknya take 'n give lah.hohoho...
selamat belajar teman-teman...selamat berkarya...success is ours.aamiiin :)

Jumat, 21 September 2012

Kata Ayah



“Kata Ayah”, dua kata yang sangat sederhana namun memiliki makna yang berarti bagiku. Dua kata yang tak jarang aku sisipkan di awal kalimatku. Ayah adalah laki-laki yang paling aku hormati dan sayangi. Setiap kata yang terucap oleh Ayah selalu mampu menyita perhatianku.
Suatu malam di bulan Syawal. Aku, adek, ibu, dan ayah yang sedang berkunjung ke rumah Nenek berkumpul di ruang tengah. Malam itu para nyamuk turut berkumpul. Satu per satu mereka menempel di kulit kami, namun sudah menjadi kebiasaanku untuk tidak memukulnya tapi hanya mengusirnya.
“Yah, nyamuk itu hidupnya berapa lama?”
“Hidupnya cuma beberapa hari.”
“Kasihan ya, belum lagi kalau menggigit lalu dipukul, kemungkinan besar mati.”
“Ya seperti itulah hidup. Secara normal, hidup nyamuk cuma beberapa hari. Mereka butuh makan untuk bertahan hidup tapi ketika mencari makan, mereka malah harus mempertaruhkan nyawanya. Untuk bertahan hidup, nyamuk harus menghisap darah manusia. Ketika menghisap darah, tak jarang nyamuk dipukul dan akhirnya mati. Hidup yang bakal kamu lewati nantinya juga seperti itu. Hidup itu keras, apalagi seiring dengan bertambahnya tahun dan berubahnya zaman. Butuh perjuangan yang keras untuk tetap bisa bertahan hidup. Yang penting juga, kamu harus mempunyai skill. Kuli bangunan dan tukang itu kerjanya sama, yaitu membuat bangunan. Tapi tukang mempunyai skill, dia tahu cara-caranya membuat bangunan, tenaga dan otaknya ikut bekerja. Berbeda dengan kuli bangunan, mereka lebih mengandalkan tenaganya saja. Meskipun kerja kuli tak jarang lebih berat daripada tukang, namun hasil yang didapatkan si tukang sudah dapat dipastikan lebih banyak daripada si kuli. Otak itu lebih mahal. Karena itu, belajar yang rajin supaya nanti dapat kerja yang enak, tidak perlu terlalu mengeluarkan banyak tenaga tapi hasilnya banyak.”
“Hmm” Aku hanya menundukkan kepala sambil tersenyum.
“Selain nyamuk, cicak itu juga hebat. Dia tak bersayap tapi makanannya bersayap. Kadang-kadang kalau dipikir secara logika, hal itu tidak mungkin. Nyamuk bisa terbang kemana-mana tapi cicak hanya bisa menempel di tembok. Tapi Allah sudah mengaturnya begitu. Kalau cicak mau bekerja keras, cicak pun bisa makan nyamuk. Semuanya membutuhkan usaha untuk mendapatkan sesuatu, tidak ada yang instan. Dan jangan lupa untuk selalu mengiringi usaha dengan selalu berdoa. Perihal hasilnya, itu sudah menjadi hak Allah.”




Selasa, 04 September 2012

Jam Bekerku

tak tok tak tok, suara jam bekerku terdengar nyaring. jarum jam merubah detik menjadi menit dan menit menjadi jam. fenomena yang sudah sering terlihat sehari-hari. tak pernah ada kata mundur baginya. maju dan terus maju adalah semboyannya.

aku terus menatap jarum jam yang perlahan tapi pasti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. lalu menggeser jarum jam yang lain. bersama-sama merubah waktu terang menjadi gelap dan bersama-sama pula merubahnya menjadi terang kembali.

kepalaku mulai terasa pening. otak mengajak meratapi nasib, mengenang kebahagiaan yang dulu pernah ku raih. aku tegakkan lagi badanku, berusaha kembali ke kehidupanku kini. tak selamanya aku bisa lari dari masalahku. akulah yang punya masalah, sewajarnya akulah yang menyelesaikannya. mataku semakin menajam menatap pergeseran jarum bekerku. pikiranku melayang, mencoba mengamati dan mengambil hikmah dari kebiasaan benda mati ini. tak seharusnya aku terus menatap ke belakang. tak seharusnya aku meratapi kehidupanku sekarang yang tak seringan dulu. semakin hari aku harus semakin dewasa dan masalah-masalah itulah yang akan mendewasakanku. mataku tetap tertuju pada pergeseran jarum jam bekerku dan aku semakin yakin, waktu akan terus berjalan dan aku butuh untuk hidup, aku harus terus menatap ke depan, aku harus terus berjalan dan aku harus berubah, mengubah yang buruk menjadi baik, terutama adalah merubah penyakit berbahaya di dunia, yaitu MALAS.

kita bisa karena kita mau
kita bisa karena kita terbiasa
kita bisa karena kita mau terbiasa
terbiasa menjadi yang terbaik
terbiasa selalu hidup optimis

Senin, 09 Juli 2012

Lomba Desain produk FULDFK Indonesia


lomba desain produk fuldfk

kategori:
baju batik, tas ransel, tas selempang, tas laptop

syarat dan ketentuan:
mahasiswa muslim pre klinik atau klinik fakultas kedokteran se-Indonesia
desain merupakan karya original dan belum pernah di publikasikan atau di ikutkn lomba lain
wajib mencantumkan tulisan atau logo fuldfk
boleh mengirimkan lebih dari 1 desain
boleh mengikuti lebih dari 1 kategori
karya dikumpulkan dalam bntuk softfile : jpg ukuran 150-200kb dan corel/adobe ke lombadesainfuldfk@yahoo.com dengan mencantumkan LOMBA DESAIN FULDFK pada judul email serta melampirkan identitas diri (nama, jurusan, asal universitas, angkatan) dan deskripsi desain
karya akan di share di grup fuldfk (http://www.facebook.com/groups/130797846512/) oleh panitia max 24 jam setelah pengiriman karya sebagai tanda konfirmasi

pelaksanaan lomba tanggal 1 juli - 31 agustus 2012 pukul 24.00

pengumuman lomba tanggal 17 September 2012
keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

tanpa dipungut biaya, GRATIS

hadiah :
untuk masing-masing kategori akan dipilih 1 pemenang yang berhak mendapatkan
1 jaket FULDFK
1 gantungan kunci FULDFK
1 buku catatan praktis radiologi
dan yang pasti, karya yang terpilih akan digunakan sebagai icon produk fuldfk Indonesia

Jadikanlah karyamu turut menyejarah bersama FULDFK Indonesia :)


Sabtu, 30 Juni 2012

Alhamdulillah

Akhir-akhir ini aku selalu dibuat senang oleh Allah. Hasil jerih payah dan kesabaranku akhirnya membuahkan hasil. Semuanya membahagiakanku. Aku bisa merasakan kepuasan yang teramat dalam. Aku jadi teringat pesan Ayah, tak ada yang instant di dunia ini. Semuanya butuh usaha keras. Semuanya butuh profesional. Jangan selalu mengandalkan otot, tapi lebih seringlah mengandalkan otak. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa. Kadang yang kita anggap gak mungkin tapi Allah bisa merubahnya menjadi mungkin. Tidak semua orang yang sukses terlahir dari keluarga sukses. Tapi kegigihan merekalah yang membuatnya sukses. Selain itu, janganlah berani dengan ibumu karena doa ibumu lah yang paling diijabahi Allah. Hidup itu sangat keras.
Alhamdulillah...terimakasih ya Allah, Engkau selalu hadir kepadaku dan menghadirkan keluarga serta orang-orang sekitar yang istimewa untukku. Arigato :)

Selasa, 19 Juni 2012

Surat untuk ayah dan ibu


Tiba-tiba aku teringat dengan surat yang aku tulis 6 tahun lalu, tepatnya ketika aku menginjak usia 17 tahun, sweet seventen begitulah para remaja biasa menyebutnya. Teringat betul sehari sebelumnya aku mulai mengetik apa saja yang ingin aku sampaikan kepada orang tuaku. Mulai dari ucapan terimakasih, ucapan maaf, hingga janji-janji untuk menjadi lebih baik di usiaku yang semakin dewasa. Ketika itu aku membuat dua surat, satu untuk ayah dan satu untuk ibu. Setelah mengetik semua yang ingin aku sampaikan, aku mulai mencari foto masing-masing di folder komputerku. Setelah aku temukan, aku cari frame yang cocok yang menyerupai pigura foto, lalu aku sisipkan foto ayah di surat untuk ayah dan foto ibu di surat untuk ibu, lengkap dengan frame pigura. Setelah itu, aku mulai mencari-cari lagu yang cocok sebagai penyempurna surat-surat itu. Aku sudah menemukan dengan cepat lagu yang paling cocok untuk surat ibu, yaitu lagu bunda yang dinyanyikan melly - potret. Namun, aku mullai mengalami kesulitan, aku tak kunjung menemukan lagu yang cocok untuk surat ayah. Beberapa lagu koleksiku sudah aku coba dengarkan satu per satu, namun belum ada yang mantap di hati. Lalu aku tinggalkan sementara acara memilih-milih lagu itu. Aku mulai mengetik lirik lagu Bunda, maklum waktu itu aku belum pasang internet, cuma sekali-kali aja kalau benar-benar perlu dan mendesak, kabel telpon rumah langsung mencolok komputer.

Setelah aku mengetik lirik lagu Bunda untuk surat ibu, aku mulai mencoba mendengarkan koleksi-koleksi laguku lagi dan akhirnya ada yang mantap juga di hati. Aku memilih lagu yang terbaik untukmu by ada band. Aku pun mulai mendengarkan dan mengetik lirik lagunya. Alhamdulillah semuanya pun selesai. Langsung saja aku colokkan printer, meletakkan kertas A4 80 gram dan klik print. Empat lembar kertas yang terdiri dari 1 lembar surat untuk ayah, 1 lembar surat untuk ibu, 1 lirik lagu bunda untuk ibu, 1 lirik lagu yang terbaik untukmu untuk ayah. Kertas-kertas itu aku lipat dan aku masukkan ke amplop coklat kecil dan aku tulis di bagian luarnya "To : Ayah, My beloved father" dan "To : Ibu, My beloved mother".


Rasanya ingin segera tidur, sudah capek sekali rasanya. Namun, misi belum selesai, aku harus meletakkan surat-surat itu di kamar orang tuaku dan harus diletakkan di tempat yang strategis dan aku pun memilih meja ayah yang berhadapan langsung dengan tempat tidur mereka. Setelah misi terlaksana, aku pun segera meninggalkan kamar orang tuaku dengan langkah-langkah pelan, tak jauh berbeda dengan maling. Tapi ada bedanya juga, maling mengambil barang, sedangkan aku meletakkan barang.hahaha...

Tak terasa, sesampainya di kamarku, aku langsung terlelap. Namun, suara adzan subuh telah memanggilku. Suara ayah dan ibu pun sudah mulai terdengar memanggil-manggil namaku. Aku harus segera sholat subuh. Setelah sholat, aku tak melakukan ritualku seperti biasanya, yaitu tidur sebentar sebelum berangkat sekolah. Ritual yang selalu terlihat tak sengaja padahal dilakukan dengan sengaja.hahaha... Pagi itu aku tak tidur lagi tapi aku segera menuju kamar orang tuaku. Ibuku masih memakai mukenahnya. Mengetahui aku membuka pintu kamarnya, beliau memanggilku untuk mendekatinya. Aku pun segera mendekatinya dan beliau mengucapkan "selamat ulang tahun" kepadaku. Hwaaa...benar-benar romantis ^_^

Aku mulai meminta maaf dan mengucapkan banyak sekali terimakasih, lalu janji-janji untuk memperbaiki diri terucap deras dari bibirku. Aku pun mulai menangis, ibu pun tak sanggup membendung tangisnya. Aku penasaran perihal surat-surat itu, aku pun segera bertanya dan jawabannya sangat mengharubirukan hatiku. "Suratnya sudah ibu baca, sudah ibu simpan sekarang. Ibu baca setelah sholat malam tadi. Ibu juga sudah mendoakan untukmu". Subhanallah...terharu T_T Lalu ayah tiba-tiba muncul dan ibu celetuk "Gak terasa sudah punya anak umur 17 tahun yah" dan ayah memberiku selamat ulang tahun. Ayah tak bisa menangis di hadapanku seperti ibu tapi aku yakin hatinya pun menangis terharu seperti aku dan ibu.

Aku sangat senang sekali pagi itu. Aku terinspirasi dari tempat bimbel temanku yang menyuruh siswanya untuk membuat surat cinta buat ayah dan ibunya. Loph you all...benar-benar selalu cinta, sayang, dan merindukan ayah ibu. Semoga Allah selalu melindungi mereka dan membuat mereka tersenyum.aamiiin :)

Sabtu, 16 Juni 2012

Resensi Novel Antusiasme


Novel Antusiasme yang ditulis oleh penulis Fida R. Abbott ini saya beli pada hari ulang tahun saya yang ke-23 tanggal 23 Mei lalu di Gramedia Expo Surabaya. Suatu novel yang ditulis oleh seorang ibu yang penuh dengan antusiasme. Rasa lelah sepertinya jarang sekali bersarang di tubuhnya. Hidup yang penuh dengan aktivitas selalu dilakukannya dengan senang hati dan tak kenal lelah.

Novel ini menggambarkan dengan jelas bahwa tak ada yang tak mungkin ketika kita mau dan mampu untuk melakukannya. Sesibuk apapun aktivitas kita sehari-hari, kita masih mampu melakukan hobby kita ketika kita mampu mengatur waktu yang tersedia. Selain itu, komitmen yang kuat harus selalu mendampingi kita karena komitmen itulah yang akan mengantarkan kita kepada target yang kita inginkan. Tak lupa pula, selalu menyelipkan semangat dan positive thinking dalam setiap aktivitas kita sehingga kesuksesan tak akan enggan menghampiri setiap langkah kita.

Dengan gaya bahasa yang masih terpengaruh dengan gaya bahasa inggris, seperti mengucapkan terimakasih ketika menyatakan keadaannya baik-baik saja -i'm fine, thanks ; saya baik, terimakasih-, novel ini menjelaskan dengan gamblang kehidupan sehari-hari seorang wanita yang penuh dengan kasih sayang. Hidup bersama seorang balita dan seorang suami yang sangat menyayanginya pula. Selain itu, terlihat juga perhatian yang tiada tara kepada teman-temannya. Sebuah pelajaran tentang pentingnya saling menyayangi sesama manusia. Namun, cerita kehidupan sehari-hari yang diulas berulang kali, sering membuat kita jenuh karena kita mampu menebaknya sebelum tulisan itu terbaca.

Hal yang paling saya suka dari novel ini adalah rasa menghargai dan peduli. Penulis menunjukkan bahwa segala sesuatu yang telah dia dapatkan selalu dia terima dengan senang hati. Dan penulis menggambarkan tentang kepeduliannya terhadap sesama. Pelajaran hidup yang terlihat simple, namun diperlukan latihan untuk dapat melakukannya hingga kita tak sadar bahwa kita telah melakukannya.

Perenungan Antusiasme

16 Juni 2012 di kamar kontrakan (Jember)
by : Syarifatul Lailah, teman di kontrakan

Pikiranku melayang. Penulis novel Antusiasme, novel yang berisi 23 bab yang aku beli pada hari ulang tahunku yang ke-23 pada tanggal 23 mei lalu telah membuka mataku, membangunkan kembali impianku, sebuah impian untuk menulis novel. Impian yang mengalami mati suri. Impian yang terlihat impossible. Namun, kita tak akan mengetahui kedalaman kolam sampai kita mau masuk ke dalam kolam tersebut. Kolam yang jernih selalu terlihat dangkal padahal selalu ada peluang tenggelam. Kita tak akan tahu hasilnya ketika kita tak mau mencobanya. Terimakasih mbak Fida. Salam arek Suroboyo :)

Minggu, 10 Juni 2012

dibalik kelemahan ada kekuatan


Ketika kelemahan itu datang, seolah-olah ingin rasanya pergi dari dunia ini, melepas semuanya. Rasa bersalah dan tidak bertanggung jawab pun sirna seketika. Ego semakin memuncak. Hanya rasa kedamaian jiwa dan raga yang ingin diraih.

Kemanakah aku harus melangkahkan kaki ketika kaki tak kuat untuk beranjak dari tempat. Apakah aku harus menyerah. Namun siapakah yang akan sudi mengangkat diriku. Tak selayaknya aku menggantungkan sepenuhnya diriku kepada orang lain, kakiku masih mampu menginjak tanah dengan baik, tanganku masih bisa meraih benda yang jauh dari tempatku berada, dan yang pasti aku masih punya Tuhan, kepadaNya lah selayaknya aku berserah diri sepenuhnya.

Tubuhku tak bisa berdiri tegak. Angin topan seperti menerpaku dari depan, belakang, maupun samping. Namun, pintu di depanku sudah sejak tadi terdengar ketukannya. Kurang tiga langkah lagi aku sudah sampai di pintu itu. tiga langkah lagi aku akan menemukan hal baru di luar sana. Tiga langkah yang akan mengubah diriku. otakku semakin kuat memegang argumennya, namun tubuhku semakin lunglai. 3 langkah yang sangat mudah dipikirkan, namun berat sekali kakiku melangkah. Stres mulai menempa diriku. Aku harus melakukannya. Aku harus melangkah 3 kaki lagi. Aku pasti bisa. aku pasti kuat. Terdengar sorak kekuatan di belakangku terus mendorong tubuhku yang semakin melemah. Man jadda wa jadda. Bismillah.

Rabu, 06 Juni 2012

Otak-otak Encer


Rasanya otak ini serasa ingin pecah. Permasalahan yang tidak rumit semakin hari menjadi semakin rumit. Batasan-batasan yang jelas sudah diatur tak digunakan dengan baik. Satu posisi yang direbutkan dua pemikiran beda. Pemikiran yang memiliki otak-otak encer itu saling beradu persepsi, tak ada keinginan untuk merujuk untuk menemukan solusi bersama.

Tembok itu terlihat semakin hari semakin kokoh dan menjulang tinggi. Perbedaan persepsi yang bergejolak di otak masing-masing masih belum juga menemukan kecocokan. Satu demi satu ranting yang berada di perbatasan itu dipatahkan. Belum terlihat pohon yang menjulang tinggi karena pasokan pupuk ekstra bagus yang otak berikan ke pohon itu. Pohon itu semakin lama semakin terlihat gersang.

Perpaduan antara kedua otak cerdas itulah yang diharapkan. Persatuan persepsi yang bisa saling menguatkanlah yang sangat diidamkan. Namun, pohon tak bisa berbuat banyak. Pohon masih belum bisa menapaki tangga setinggi kedua otak itu. Pohon masih harus berjalan melangkahkan kaki untuk menaikki anak tangga satu per satu. Tolong ijinkan pohon untuk belajar dari kedua otak itu. Pohon ingin pula menjadi bagian dari otak-otak encer.

Senin, 04 Juni 2012

Cat's Story


Malam ini aku dikejutkan oleh sahabat-sahabatku...kejutan yang sangat menyenangkan sekali...ini kejutannya :D

Boneka Kucing :-p

Meskipun hari ini sudah berganti bulan dan sudah jauh dari hari ultahku tapi tetap saja rasanya berkesan. Terutama karena kadonya adalah boneka kucing. Mereka tau sekali apa yang aku suka. Terimakasih banyak buat Yuyun, Ayunita, dan Aan...loph you guys :*
Mulai malam ini, penghuni kamarku bertambah, teman kamarku pun bertambah pula...semoga dengan kehadirannya si boneka kucing ini bisa selalu membuat mood ku selalu baek seperti waktu-waktu aku di rumah dulu...kalau bosen selalu maen ma kucingku dan langsung hilang semua penatku...wajahnya yang lugu itu lho selalu bisa bikin ketawa meskipun dia hanya diam saja...diam aja sudah lucu, apalagi kalau mau diajak maenan, hahaha lucu sekali....jadi kangen si ucil, kucingku yang diculik orang :(

si UCIL

Si Ucil ini dikasih teman adekku. Dia blasteran Jawa Anggora mangkanya badannya lebih besar dan ekornya lebih lebat. Selain itu, telinganya lebih pendek, hidung gak terlalu pesek tapi tangannya besar. Sayangnya bulunya kayak Jawa, gak terlalu panjang.

Si Ucil ini pinter banget, dia kalau buang air kecil di kamar mandi dan gak pernah rewel. Dia termasuk tipe kucing pendiam. Meskipun sudah waktunya makan tapi belum dikasih makan karena orang rumah pada sibuk, dia bakal diam saja, nungguin sampe' dikasih makan tapi sehari makannya 5x mangkanya meskipun umurnya masih setahun tapi beratnya sudah 5 kg. Lucu banget dia kalau diajak timbang, waktu ditaruh di atas timbangan badan dia cuma diam aja, malah duduk santai sambil liat ke arahku, seolah-olah tanya "berapa beratku sekarang" hahaha lucu banget :D

Dia termasuk kucing yang sensitif juga, dia mudah ngambek kalau abiz dimarahin. Dia juga suka colek-colek kalau dicuekin, pokoknya kalau ketemu dia harus nyapa dia, meskipun cuma senyum ke dia. Dan dia itu tertib banget, tiap jam 9 malam, dia selalu naek ke atas tempat tidur ibuku. Kalau ibuku sudah tidur, dia pasti langsung turun dan nemenin aku nonton tipi. Nanti kalau jam 3 pagi, dia mulai bangunin ibu. Begitu tiap hari, kayak dia bisa liat jam.hahaha :D

Lucunya lagi, si Ucil ini kalau pagi selalu ikut sarapan roti bareng ayah. Tapi kalau dia abiz dimarahi ayah, dia gak bakal mau deket-deket ayah kecuali ayah sudah minta maaf atau ayah yang nyuruh dia coz dia paling takut sama ayah. Di lain sisi, dia paling sayang sama ibu coz ibu yang selalu sabar kasih dia makan pagi siang sore malam sampai pagi lagi.hehehe...

Tapi yang bikin aku sayang banget ma si Ucil karena dia yang nemenin aku 1 bulan full nunggu hasil SNMPTN ku yang kedua. Ada trauma tersendiri coz SPMB ku yang pertama aku gagal jadi ketika nunggu hasil tes ku yang kedua, aku ada trauma tersendiri, ada rasa khawatir gagal lagi seperti tahun sebelumnya dan si Ucil lah yang setia menemaniku, mulai maen, makan, sampe' tidur pun aku bareng ma dia. Lucunya, dia selalu mau menuruti apa mauku dan sering menyontoh tingkahku.hahaha :D

Alhamdulillah tes tahun kedua aku lolos tapi sayangnya aku diterima di luar kota sehingga aku harus pergi dari rumah. Setelah aku menempuh kuliah 1 semester dan memasuki semester 2, si Ucil diculik orang. Ibuku gak berani kasih tau aku tapi akhirnya adekku nekat kasih tau setelah 1 minggu kejadian itu. Mendengar hal itu, air mataku gak pernah berhenti menetes sampe' 1 minggu lamanya. Aku sangat sayang si Ucil, sampe' sekarang pun kalau aku kangen aku masih sering nangis. Dia yang ngerti perasaanku waktu itu, dia yang jadi tempat curhat sekaligus penghiburku. Loph you forever cil :* hikz :'(

Minggu, 03 Juni 2012

Katalog Finansial FULDFK Tahun 2012 Edisi 2


assalamualaikum wr wb
alhamdulillah...kita bisa hadir kembali :D
katalog finansial edisi 2 sudah dapat dilaunching :)

produk-produk FULDFK yang ada di dalam katalog edisi 2 ini dapat dipesan mulai tanggal 23 Mei hingga 30 Juni 2012 melalui Finansial / Bendahara pada masing-masing LDF



produk-produk ini untuk umum jadi bagi yang bukan pengurus FULDFK Indonesia boleh membelinya juga

ayo buruan order coz waktunya terbatas n_n
wassalamu'alaikum wr wb

- FULDFK solid, mengakar, menyejarah -












Contact Person :
DEP = Ukh Indri (085648599209)

DEW 1 = Ukh Yeni (085364548981)
unand - vekky - 087895574791
unja - harvey - 085760932479
unsyiah - eka - 085362375992
unila - andre - 085279355317
unri - desmawati - 085265801313
uisu - hafizah - 085287525431
unbrah - mimi - 085274145626
unsri - yuli - 085273812464
unaya - supri - 085762422606
unimal - esi - 087899811082
usu - nindi - 085268291926

DEW 2 = Ukh Wulan (085251871972)
Santi Rahim unhas : 085299265348
Radhiyana Putri unmul: 081346361001
Nopitasari untan:085750950095

DEW 3 = Ukh Risa (081294055316)
Amila Hanifan - unpad - 081320929220
Azri iskandar - unisba - 08567070048
Dinnoor ismansyah - usakti - 085697278900
Muhammad ikhwan - unjani - 085721192121
Risqon nafiah - ui - 085649043428

DEW 4 = Akh Galih (085641436767)
uii triana : 087738632274
ums lia : 085247632266
unissula galih : 085641436767
unsoed maulana : 085647777659
uns satria : 085642324571
umy nida :085295853546
undip faisal : 085751159272
ugm - vidya - 083867123029
undip - faisal - 085751159272
ugm - vidya - 083867123029

DEW 5 = Ukh Ika (081917138206)
Isna – UB – 08565580727
Fitri – Uncen – 085244586280
Fatimah – UHT – 085731188932
Fitri – UJ – 081946624246
Elin – Unizar – 083129016998
Indah – Unud – 081362640555
Novi – Unram – 081907786506
Sulfa – Unisma – 081703389015

Sabtu, 02 Juni 2012

Maaf Tuk Berpisah


Kau tahu tentang hatiku
Yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku
Yang selalu mengenangmu selamanya

Lirik nasyid itu melayangkan pikiranku ke hubungan yang telah terjalin selama 4 tahun namun berakhir pada 1 tahun yang silam. Suatu hubungan yang tak ada ikatan yang jelas. Tak ada kesepakatan yang tegas. Tak ada ungkapan yang nyata. Hanyalah sebuah simpati antar sesama yang ternyata aku salah artikan. 


Maafkanlah segala khilaf yang telah kita lewati
Tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi

Maaf tuk berpisah, mungkin itulah yang memang seharusnya terjadi pada hubungan ini. Tak perlu ada rasa sakit hati dan tak perlu ada penyesalan karena aku kembali ke jalan yang benar. Tak ada peraturan Nya yang aku langgar lagi kini. Sudah seyogyanya aku bersyukur atas didikan Nya yang secara tak langsung ini. Meskipun aku perlu bertahun-tahun untuk memahaminya, akhirnya aku pun mampu mengambil hikmah Nya.

"Intropeksi diri sendiri dulu" itulah yang terucap dari bibir Ayah tersayangku ketika tahu bahwa anak gadisnya telah tertipu oleh bualan lelaki yang mengaku juga berprinsip sama denganku. Ayah tak menyalahkannya atas kesalahan yang telah dia lakukan kepadaku. Malahan terlihat wajah Ayah lebih bahagia ketika aku tersakiti olehnya meskipun otak dan hatiku selalu bilang bahwa aku tak perlu merasa sakit hati.

Kali inilah, untuk pertama kalinya aku memberikan hatiku ke sosok lelaki yang mendekatiku, lebih banyak daripada biasanya. Pertama kali pula aku mengatakan kepada ibuku bahwa aku ingin pacaran karena suka dengan sosok cowok yang sudah aku kenal lama sebelum dia mendekatiku. Untunglah ibuku tak menanggapi ucapanku secara langsung dan hanya terdiam dengan menatap terus ke arah layar kaca. Hatiku antara takut dan sebal ketika itu. Aku tau ibu pasti kaget mendengar penuturanku waktu itu, meskipun aku sudah kuliah tapi aku belum pernah pacaran dan belum pernah cerita suka dengan siapa dan itulah untuk pertama kalinya, iya, pertama kalinya. Sudah menjadi kebiasaanku, aku tak melakukan apa yang aku inginkan ketika tak ada ucapan setuju dari orang tuaku dan aku pun tak melakukan keinginanku tuk pacaran itu. Namun aku pun sangat bersyukur hingga saat ini karena ucapan setuju itu tak meluncur dari bibir ibuku, tak taulah penyesalan seperti apa yang akan aku rasakan jikalau aku melakukan hasratku untuk pacaran pada waktu itu.

Komunikasi yang sangat jarang sekali dikarenakan kesibukan masing-masing menimbulkan rasa rindu yang bertepi kala itu. Tapi hal itu berubah menjadi rasa syukur saat ini. Aku bersyukur karena hubungan yang tidak terlalu intens, aku tak pernah mengenal lebih dalam tentang keluarganya, kehidupannya, dan semuanya tentang dirinya. Perbincangan ketika aku dan dia komunikasi pun standard, hanya perihal kuliah yang kebetulan jurusannya sama. Untuk berjumpa dan bertatap muka secara langsung pun tak pernah sukses terjadi. Rasa syukur yang teramat dalam karena tak ada kenangan-kenangan lebih yang bisa membuatku membencinya.

Aku tak mau hal itu terulang kembali, aku tak mau melakukan hal seperti itu lagi, aku tak mau melakukan hubungan yang tak pasti dan keliru itu seperti itu lagi. Kini yang aku harapkan adalah cinta suci. Cinta yang benar-benar hanya berharap ridho Nya. Cinta yang berasal dari sosok pria yang benar-benar memahami akan apa artinya cinta dan sosok yang haus akan ilmu Nya, bukan pria yang hanya berlabel alim. Memang aku bukan wanita yang benar-benar sholehah tapi aku berharap mendapatkan sosok imam yang sholeh sehingga aku pun bisa menjadi sholehah.

Bagi teman-teman yang sedang berpacaran atau sekedar dekat dengan sosok pria, lebih baik segeralah mengambil keputusan saja. Mau melanjutkan langsung ke jenjang pernikahan atau memutuskan untuk berpisah demi kebaikan masing-masing. Tak ada yang diuntungkan dengan adanya berpacaran atau sekedar dekat, mungkin yang ada hanyalah kegalauan karena sms tak kunjung di balas, rasa kangen yang dalam karena lama tak berjumpa. Apakah kalian tak memikirkan perasaan kalian ketika rasa itu ternyata ditipu atau ditinggalkan? Ingatlah, perasaan adalah bagian dari tubuh kita, ketika perasaan kita tersakiti maka secara tak langsung, tubuh ini akan merasa tersakiti pula. Marilah kita renungkan hal-hal yang akan atau sedang kita lakukan dan melihat spion untuk tidak mengulangi kesalahan pada masa lampau. Hidup adalah pilihan, seperti apakah hidup yang kita pilih? Itu semua terserah kita, kita berhak memilih pilihan hidup kita beserta resiko yang tak pernah lelah mengikutinya ^_^

Nantikanku di Batas Waktu


Aku tak tau apa yang sedang aku pikirkan, tiba-tiba saja lamunan itu datang ketika namamu muncul di home facebookku. Keinginantahuan yang mendalam pun tak mampu aku cegah. Aku mulai membaca update statusmu dan membuka wall facebookmu. Kutemukan beberapa status yang jarang sekali terupdate, beberapa wall dari temanmu, dan beberapa info tentang pertemananmu. Pikiranku melayang pada kejadian setahun silam. Aku tak tau, apakah itu kesalahan atau memang sengaja kau lakukan. Aku tak mampu bertanya langsung pada dirimu. Rasa gundah dan ge-er menyelimutiku. Sebenarnya aku ingin sekali mencari tahu jawaban atas kegundahan, kegalauan, dan rasa penasaran yang sangat amat melekat di otakku ini. Mungkin aku terlalu berlebihan, bisa jadi. Tapi sudah harfiahnya jika wanita merasa terusik dengan hal-hal yang seperti ini.

Di saat kita bertemu, tak ada yang terasa spesial. Kau memperlakukanku seperti temanmu yang lain, begitu pula yang aku lakukan pada dirimu. Tak ada tanda-tanda yang bisa memperkuat rasa ge-erku karena rasa penasaran yang telah kau timbulkan pada malam itu. Aku sering berpikir, apakah teknologi bisa merubah sendiri sesuatu tanpa diubah oleh penggunanya atau memang kau ubah tanpa kau beritahu aku. Tapi aku merasa tak ada hal-hal berlebih yang kau lakukan sehingga aku merasa menjadi orang spesial. Apa karena kita memang teman biasa atau karena kau akan mulai membuatku spesial jika sudah tiba waktunya?

Aku adalah seorang wanita. Pada umumnya wanita memang lebih peka, mudah sekali memahami signal-signal yang diberikan padanya. Tapi hal itu tak terjadi padaku. Aku bukan wanita yang peka terhadap hal-hal kecil yang mungkin sebenarnya dikhususkan untuk diriku. Aku jarang sekali bertindak tanpa diikuti oleh bimbingan akalku. Memang aku mudah ge-er tapi ge-er itu akan hilang seiring hembusan angin. Aku tak akan pernah punya nyali untuk menyetujui kege-eranku karena aku merasa bahwa aku adalah wanita, bukan aku yang berhak datang tapi aku lah yang harus menunggu pangeran berkudaku.

Kita mulai belajar dan memperdalam agama disini. Kita mulai tau apa yang harus dan tidak boleh kita lakukan. Aku memahami hal itu, kita tak boleh terlalu dekat karena kita tak ada hubungan darah atau suatu ikatan pernikahan. aku pun juga tak mau terlalu dekat karena aku takut datangnya fitnah. Tapi apakah salah jika aku mengetahui apakah yang terjadi malam itu benar? Atau itu hanya kesalahan teknologi? Ataukah human error? Kadang ingin sekali aku menjawab sendiri pertanyaan itu dengan kata singkat, jelas, dan padat "IYA" tapi otakku kadang berpikir sebaliknya, apakah karena kita belum waktunya untuk merasakan indahnya cinta di bawah restu orang tua dan janji yang akan kau lantunkan di depan ayahku? Haruskah aku menantimu hingga batas waktu yang telah dipilihkan oleh Nya?

Lantunan nasyid Edcoustic "Nantikanku di Batas Waktu" pun mengiringi lamunanku.

Di kedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau ku kelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Ku bawa kau pergi ke surga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku di batas waktu

Jumat, 01 Juni 2012

Kaya or Miskin


Otak dan perasaan terus beradu. Pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tak perlu dipertanyakan datang silih berganti. Otak terus saja kritis menilai seluruh kehidupan ini. perasaan tak mau menerima kritikan-kritikan yang hanya memojokkan kehidupan yang telah aku miliki. Aku tak pernah merasa kekurangan, meskipun tak bisa pula melakukan hal-hal yang berlebihan. Tapi aku tak pernah merasakan sulitnya makan sesuap nasi. Aku masih bisa memilih dan membeli makanan yang aku mau. Lalu apakah yang salah? Yang salah adalah kenapa aku terkadang masih kurang bersyukur.


Banyak orang yang kaya. Mereka bisa membeli apa yang mereka suka, penting atau tidak penting barang yang dibeli itu. Tak pernah melihat harga tapi yang dilihat adalah merk dagang. Beruntunglah anak yang terlahir kaya, sudah bisa merasakan kemudahan dalam setiap hal yang berhubungan dengan materi. Tapi tak jarang pula yang menjadi anak yang sombong dan menyepelekan segala hal. Wajarlah, mereka tak pernah merasa kesulitan, uang bisa membeli banyak hal yang manusia inginkan. Bermain tak cukup ke luar kota, luar negeri pun sudah jadi list tempat rekreasi mereka. Untuk mendapatkan pendidikan yang bisa dilakukan di negeri sendiri pun kadang-kadang tak dilakukan, sekolah luar negeri menjadi pilihan utama. Tanpa bingung cari beasiswa, tanpa pengiritan hidup, tetap enjoy dengan waktu luang yang banyak tanpa kerja part time tapi uang terus mengalir seperti kran yang tidak juga ditutup. Pertanyaannya lagi, apakah salah jika mereka ingin menikmati hasil kerja orang tua mereka? Apa salah jika mereka memanfaatkan kekayaan orang tua mereka?

Di lain sisi, banyak pula orang miskin. Untuk makan nanti sore saja mereka tak tau mau makan dengan apa, apalagi untuk makan sebulan ke depan, setahun ke depan. mereka tak pernah target-target pasti yang akan mereka lakukan untuk jauh ke depan terutama yang berhubungan dengan uang banyak. Untuk makan saja sudah menghabiskan ruang otak mereka, apalagi untuk memikirkan impian-impian yang terlalu tinggi. Biarkanlah semua mengalir seperti air. Semut yang sekecil itu aja tiap hari masih bisa makan, kenapa manusia yang sebesar ini tak mampu mencari makan, pasti bisa. Kesederhanaan dan menerima apa saja yang mereka dapat adalah karakter sebagian dari mereka. Tapi itu hanya beberapa, lalu bagaimana dengan beberapa yang lain? Beberapa yang lain ada yang tak mau terus-menerus hanya menerima saja seperti itu. Namun, sayangnya ada yang mengalihkan ke hal yang baik tapi ada yang ke hal yang buruk pula. Ketika hal baik itu merasuki sebagian dari mereka, maka mereka lebih berusaha keras dengan memutar otak dan mengandalkan otot untuk kehidupan yang lebih baik. Sama halnya dengan mereka  yang dirasuki hal yang buruk, mereka juga memutar otak dan mengandalkan otot tapi diiringi dengan keinginan yang instant, tak jarang kejahatan mereka lakukan demi perbaikan hidup. Salahkan jika mereka ingin merasakan nikmatnya hidup dengan harta yang berlimpah dan serba kecukupan? Salahkah mereka mereka melakukan kejahatan? Jika salah, mana janji orang-orang yang duduk di kursi yang super duper mahal itu? Apakah undang-undang yang sudah ditulis itu hanya menjadi tulisan tanpa aplikasi? Lalu, siapakah yang seharusnya disalahkan?

Otakku yang masih condong ke idealis terus menilai sisi positif dan negatif dalam segala hal. Perasaanku pun terus mendampingi dengan setia, meluruskan ketika otakku mulai berpikir bengkok, mendorong supaya bisa berjalan lebih cepat ketika otakku menemukan ide yang berlian.

Kita perlu melihat ke atas untuk meningkatkan etos kerja dan mencapai impian kita tapi tak lupa untuk melihat ke bawah untuk selalu bersyukur atas apa aja yang sudah mampu kita dapat. Tapi tak cukup hanya dengan melihat saja, segala sesuatu akan terlihat efeknya ketika sudah diaplikasikan so kita perlu aplikasi. Aplikasi apakah yang bisa kita lakukan? Just do what you can do :)

Kamis, 31 Mei 2012

Aku Masih Pantas


Tiba-tiba aku terdiam, aku melihat foto keluarga yang duduk anggun di atas meja belajarku. Senyuman terlihat jelas di wajah mereka tapi wajah lelah lebih terlihat jelas di foto ayah dan ibu. Wajah ibu yang cantik sudah mulai terlihat semakin tirus dan lelah. Wajah ayah pun terlihat seperti itu, diabetes yang menyerangnya sejak 2 tahun yang lalu membuat ayah menjadi kurus. Mataku tak lepas dari pengamatan wajah-wajah malaikat duniaku itu. Semakin kuamati, semakin terlihat perubahan-perubahan yang terjadi pada sosok keluargaku. Tak terasa kini aku dan adek sudah menjadi gadis remaja.

Lamunanku semakin dalam, ingatan tentang kejayaanku dalam hal pendidikan pun terlintas jelas di otakku. Kebanggaan akan prestasi yang selalu memuncak. Kegigihan dalam menuntaskan segala permasalahan sekolah. Support hangat yang selalu dihadirkan oleh orang tua. Dahulu semuanya terasa indah, terasa tak ada masalah yang tak akan mampu aku selesaikan dan akhirnya, akulah yang akan menjadi pemenang. Masa-masa itu masih sering teringat dan tak pernah aku lupakan bahwa aku pernah sangat bahagia.
Semakin dalam aku masuk dalam masa lalu yang penuh dengan kedamaian dan keindahan, semakin sedih rasanya hati ini. Semakin bertambah usia yang seharusnya diiringi dengan semakin banyaknya prestasi yang aku ukir ternyata tak dapat aku lakukan. Kegagalan tes yang aku alami 5 tahun silam telah merubah susunan otakku menjadi tak karuan. Dahulu rasanya hanya perlu waktu 5 menit untuk menghafal hal yang bisa aku ingat hingga 5 bulan ke depan tapi tak terjadi pada saat sekarang, mungkin aku cuma bisa mengingat selama 5 bulan hal yang sudah aku coba untuk menghafalnya selama 5 minggu. Penurunan intelegensi akibat stres karena gagal tes, itulah diagnosisku atas masalahku.

Air hangat yang mulai dipompa oleh kelenjar lakrimalis sudah mengeluarkan air mata dan membasahi pipiku. Menyalahkan diri sendirilah yang selalu aku lakukan, solusi yang tidak menghasilkan, pikirku ketika otakku bisa diajak berpikir sehat tapi tidak ketika emosi sudah menguasai pikiranku. Perasaaan berdoa dan durhaka tak jarang menyelimuti diriku. Rasanya tak ada manfaatnya aku sekolah kalau hanya menghabiskan uang untuk pendidikanku, namun hanya menghasilkan nilai yang menjijikkan.

Sering sekali aku merasa perlu untuk memeriksakan diriku ke psikiater untuk memastikan apakah aku benar-benar sehat atau aku sudah sakit jiwa. tapi sampai sekarang pun aku belum melakukan hal itu. Rasa malu ternyata masih mau menemani hidupku. Rasanya sekarang rasa malulah yang paling melindungiku, bukan rasa percaya diri tinggi lagi yang selalu menggandeng tanganku dulu. Dahulu aku selalu merasa dibutuhkan karena aku memang dibutuhkan, namun bukan diriku yang dibutuhkan tapi lebih tepatnya adalah otakku. Namun hal itu tak berlaku untuk sekarang, yang ada sekarang adalah aku seperti tak ada dan membutuhkan orang lain lah yang lebih sering aku lakukan saat ini. Perubahan drastis yang belum mampu aku pulihkan lagi tapi aku masih ingin pulih, aku masih ingin selalu dianggap ada. Akankah semuanya akan kembali lagi? Berapa lama lagi aku harus menunggu supaya jati diriku yang dulu bisa menjadi milikku kembali? Aku masih pantas, iya, aku masih pantas untuk menjadi yang terbaik lagi, kita masih pantas.