Jumat, 21 September 2012

Kata Ayah



“Kata Ayah”, dua kata yang sangat sederhana namun memiliki makna yang berarti bagiku. Dua kata yang tak jarang aku sisipkan di awal kalimatku. Ayah adalah laki-laki yang paling aku hormati dan sayangi. Setiap kata yang terucap oleh Ayah selalu mampu menyita perhatianku.
Suatu malam di bulan Syawal. Aku, adek, ibu, dan ayah yang sedang berkunjung ke rumah Nenek berkumpul di ruang tengah. Malam itu para nyamuk turut berkumpul. Satu per satu mereka menempel di kulit kami, namun sudah menjadi kebiasaanku untuk tidak memukulnya tapi hanya mengusirnya.
“Yah, nyamuk itu hidupnya berapa lama?”
“Hidupnya cuma beberapa hari.”
“Kasihan ya, belum lagi kalau menggigit lalu dipukul, kemungkinan besar mati.”
“Ya seperti itulah hidup. Secara normal, hidup nyamuk cuma beberapa hari. Mereka butuh makan untuk bertahan hidup tapi ketika mencari makan, mereka malah harus mempertaruhkan nyawanya. Untuk bertahan hidup, nyamuk harus menghisap darah manusia. Ketika menghisap darah, tak jarang nyamuk dipukul dan akhirnya mati. Hidup yang bakal kamu lewati nantinya juga seperti itu. Hidup itu keras, apalagi seiring dengan bertambahnya tahun dan berubahnya zaman. Butuh perjuangan yang keras untuk tetap bisa bertahan hidup. Yang penting juga, kamu harus mempunyai skill. Kuli bangunan dan tukang itu kerjanya sama, yaitu membuat bangunan. Tapi tukang mempunyai skill, dia tahu cara-caranya membuat bangunan, tenaga dan otaknya ikut bekerja. Berbeda dengan kuli bangunan, mereka lebih mengandalkan tenaganya saja. Meskipun kerja kuli tak jarang lebih berat daripada tukang, namun hasil yang didapatkan si tukang sudah dapat dipastikan lebih banyak daripada si kuli. Otak itu lebih mahal. Karena itu, belajar yang rajin supaya nanti dapat kerja yang enak, tidak perlu terlalu mengeluarkan banyak tenaga tapi hasilnya banyak.”
“Hmm” Aku hanya menundukkan kepala sambil tersenyum.
“Selain nyamuk, cicak itu juga hebat. Dia tak bersayap tapi makanannya bersayap. Kadang-kadang kalau dipikir secara logika, hal itu tidak mungkin. Nyamuk bisa terbang kemana-mana tapi cicak hanya bisa menempel di tembok. Tapi Allah sudah mengaturnya begitu. Kalau cicak mau bekerja keras, cicak pun bisa makan nyamuk. Semuanya membutuhkan usaha untuk mendapatkan sesuatu, tidak ada yang instan. Dan jangan lupa untuk selalu mengiringi usaha dengan selalu berdoa. Perihal hasilnya, itu sudah menjadi hak Allah.”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar