Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

Bahagia Karena Bersyukur

Setiap manusia berhak berkhayal. Berharap lebih dari apa yang dimiliki saat ini. Karna hal itu dapat membuat   hidup semakin bersemangat untuk meraih sukses masa depan. Keinginan dalam hidup ibarat menggali lubang,  dimana lubang itu harus ditutupi pasir supaya tidak berlubang lagi dan pasir itu adalah sebuah usaha. Semakin besar suatu keinginan berarti semakin dalam lubang digali, secara otomatis hal itu membutuhkan pasir yang lebih banyak lagi alias dibutuhkan banyak usaha untuk mencapai keinginan.

Tak semua orang beruntung dengan harta yang melimpah, kebahagiaan yang mencerahkan jiwa. Tapi tak ada yang salah ketika banyak orang mengharapkan semua surga dunia itu. Keinginan yang selalu berharap untuk terkabul. Keinginan yang selalu didambakan supaya cepat terealisasi. Keinginan yang tak jarang membuat seseorang menjadi terlena. Terlena akan kegemerlapan kebahagiaan yang dijanjikan. Padahal kebahagiaan itu sebagian besar bukan berasal dari luar tubuh kita melainkan dari dalam diri kita.

Kita akan merasa bahagia ketika signal kebahagiaan yang ada dalam diri kita menyatakan bahwa kita sedang bahagia. Kita sedang bahagia ketika otak kita menyetujui bahwa kegembiraan berpihak pada diri kita. Lalu mengapa kita masih buta dengan kebahagiaan itu. Kita bisa bahagia walau dalam keadaan gundah gulana. Kita mampu membahagiakan diri kita kapanpun dan dimanapun. Karena kebahagiaan ada dalam relung jiwa kita dan selalu bersama kita. Tak jarang kebahagiaan mengetuk pintu hati kita untuk mempersilakannya masuk tapi cukup jarang hati kita membiarkan kebahagiaan itu masuk dan membahagiakan kehidupan kita.

Syukur adalah sahabat terdekat bahagia. Bahagia sangat menyenangi orang-orang yang bersyukur. Tak jarang bahagia sulit berpisah dari orang-orang yang dengan tulus ikhlas menerima semua yang dia punyai. Walaupun di hadapan orang lain itu kurang, namun bagi orang yang pandai bersyukur itu adalah cukup. Namun, realita zaman sekarang, jarang orang yang mampu bersyukur dengan semua yang didapat. Kekurangan dan mengharapkan lebih dan lebih lagi, itulah yang lebih sering menghinggap di pemikiran sebagian besar orang. Berharap memiliki kebahagiaan seperti orang lain, berharap memiliki harta melimpah seperti orang lain, berharap memiliki seluruhnya seperti yang orang lain miliki. Kurang adanya rasa bersyukur itulah yang membuat bahagia malas untuk mendekatinya.

Biarkanlah bahagia menemani kehidupan kita. Dan menjadikan bahagia sahabat terbaik kita, yaitu dengan cara merekrut syukur sebagai asisten pribadi kita :)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Selasa, 25 September 2012

Sebuah Pengganti


selama aku kuliah, rasanya belum ada prestasi yang aku cetak. aku mengalami penurunan yang sangat drastis dalam hal akademikku. selama ini aku hanya menyalahkan kondisiku yang jauh dari orang tuaku. aku merasa belum mampu menerima semua masalah yang aku hadapi hari demi hari sendirian tanpa menceritakan semuanya kepada orang lain, tentunya orang yang sangat bisa aku percaya dan sampai detik ini hanyalah orang tuaku. aku merasa ada yang membebaniku. aku merasa hidupku lebih berat. aku tak setiap hari telpon dengan orang tuaku, meskipun hanya ditelpon sekitar 2x dalam seminggu dan sekitar 2 jam tiap kali telpon tapi waktu itu tak cukup untuk menceritakan semua yang aku hadapi. selain itu, aku termasuk orang yang moody, ketika aku tak mau cerita maka aku tak cerita dan aku paling mood untuk cerita adalah ketika kejadian itu baru saja terjadi karena aku suka melupakan sesuatu dan itu memang aku biasakan, terutama untuk hal-hal yang menyakitiku karena aku tak mau mendzolimi diriku sendiri, aku tak suka menyakiti perasaanku dengan rasa dan pikiran yang merugikan buatku.
namun, point utamanya sebenarnya bukan pada hal itu. teman-temanku yang lain juga jauh dari orang tuanya tapi ternyata mereka masih bisa gemilang dalam hal akademiknya. sepertinya kesalahan adalah dalam diriku sendiri, aku kurang giat dalam belajar. aku tau kelemahanku tapi aku lemah melawannya, atau aku yang kurang berusaha untuk melawannya. namun, hal itu sudah terlambat, masa kuliahku di S1 sudah aku tuntaskan meskipun dengan hasil yang kurang memuaskan karena tidak sesuai targetku. oleh karena itu, aku ingin sekali di akhir masa kuliah S1 ku, aku mengukir prestasi, aku ingin mengikutsertakan skripsiku ke ajang lomba PKM dimana aku sangat berharap bahwa aku bisa lolos PKM dan berlanjut ke PIMNAS serta lolos menjadi pemenang PIMNAS. aamiiin. aku ingin mencetak prestasi pertamaku di kesempatan terakhirku di S1. aamiiin allahumma aamiiin.
semoga Allah dan orang tuaku meridhoi semua jalan yang aku tempuh karena senyum orang tuakulah yang ingin aku rengkuh. mungkin tak bisa lewat nilai yang baik namun bisa digantikan dengan kemenangan yang berasal dariNya. semoga Allah memudahkan jalanku dalam meraih bahagia orangtuaku.aamiiin.
Ya Allah...Engkau lebih tau apa yang terbaik untuk hamba maka hamba serahkan semua urusan hamba kepadaMu...insyaAllah hamba ikhlas menerima semua keputusanMu :)

Dia Bisa, Aku Pasti Bisa


rasanya senang ketika melihat orang lain berhasil, terutama orang yang dekat denganku. rasa bangga yang dia dapatkan terasa pula di relung hatiku. ini mungkin karena pengaruh rasa simpati yang melekat pada diri manusia, termasuk aku. senyum terukir indah mengiringi berita yang membahagiakannya. aku pun turut mengukir senyum, senyum bahagia atas keberhasilannya. rasanya ingin pula merasakannya, menempati posisinya dimana berganti posisi dan aku langsung yang menerima kebahagiaan itu, bukan hanya ikut serta merasakannya kebahagiaannya.
terkadang, tak jarang di dalam kebahagiaanku itu terselip rasa iri dan beribu pertanyaan yang sering sekali meragukan kemampuan dalam diriku sendiri padahal tak semua orang memiliki kesempatan dan kelebihan yang sama. dia bisa mendapatkannya tapi aku tidak, bukan berarti aku tak mampu tapi mungkin kesempatanku tidak disitu. bisa jadi dia mendapatkan hal satu itu tapi dia tidak mendapatkan hal yang lain yang kita dapatkan. tak seharusnya aku menyelipkan rasa iri itu di relung hatiku karena dia hanya akan membusuk dan meracuni sekitarnya. ambil positifnya saja, ambil manfaatnya saja. dia bisa cemerlang dalam hal itu dan aku bisa cemerlang dalam hal lain. dia bisa, aku pasti bisa.
berusaha berusaha dan berusaha...jangan terlalu memikirkan hasilnya tapi terus berusaha melakukan yang terbaik karena dalam hal pasti ada hikmahnya...jadikan semuanya adalah ladang belajar dan mencari kebahagiaan dunia dan akherat.
semangattttttttttttttttttttttttttttttttttttt...aamiiin ^^_

#anggaplah kamu berbicara pada dirimu sendiri
yang bisa merubah diri kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain karena kitalah pemilik utama diri kita

Sayangi Otakmu


lama tak menulis...rasanya sulit sekali untuk membuat satu kalimat yang bagus dan membentuk paragraf yang saling sinergis antar kalimatnya. sesuatu yang jarang dilakukan atau belum pernah dilakukan memang akan menemui suatu titik awal berupa kesulitan. memang tak semuanya akan mengalami kesulitan tapi sebagian besar akan merasakan hal itu. anggap saja otak kita adalah pisau, ketika pisau itu jarang sekali diasah maka pisau yang awalnya tajam maka akan bisa tumpul atau malah berkarat. dari filosofi pengasahan pisau itu sama halnya dengan otak kita. ketika otak kita jarang diasah, jarang diajak berpikir positif, jarang diajak berdiskusi hal-hal yang baru, jarang diajak bermain dengan permainan logika maka dia akan menjadi pemalas, atau malah otak kita mati suri. jangan sampai mati suri deh karna ketika otak kita mati suri so bisa diprediski dia bakal sulit banget dibangunkan. so...apa yang harus kita lakukan???
mulai sekarang, lebih tepatnya mulai detik ini jangan abaikan otak kita, jangan sering-sering dicuekin. kita butuh banget keberadaan dia, kalau dia ngambek pada saat yang tidak tepat alias waktu kita butuh dia buat berpikir, bisa gaswat deh...gak mau kan kalau dikatain lola alias loading lama atau nama kerennya lemot.hahaha...
ayo sayangi otak kita. jadikan dia anugerah terindah dariNya karena lewat dia lah kita bisa menguatkan iman kita atas segala penciptaanNya. daripada dikatain bodoh, mending teriak aja kalau dia pinter, kalau dia pinter kan kita juga ikut tenar.hahaha... atau terus ajak dia ngobrol supaya dia biasa bekerja alias gak jadi pemalas, siapa tau nanti dia bisa nemuin banyak penemuan, bisa-bisa karena dia kita bisa jadi kayak Einsten, keren banget tuh. tapi jangan disuruh kerja terus ya, dia butuh istirahat dan makan juga. pokoknya take 'n give lah.hohoho...
selamat belajar teman-teman...selamat berkarya...success is ours.aamiiin :)

Selasa, 04 September 2012

Jam Bekerku

tak tok tak tok, suara jam bekerku terdengar nyaring. jarum jam merubah detik menjadi menit dan menit menjadi jam. fenomena yang sudah sering terlihat sehari-hari. tak pernah ada kata mundur baginya. maju dan terus maju adalah semboyannya.

aku terus menatap jarum jam yang perlahan tapi pasti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. lalu menggeser jarum jam yang lain. bersama-sama merubah waktu terang menjadi gelap dan bersama-sama pula merubahnya menjadi terang kembali.

kepalaku mulai terasa pening. otak mengajak meratapi nasib, mengenang kebahagiaan yang dulu pernah ku raih. aku tegakkan lagi badanku, berusaha kembali ke kehidupanku kini. tak selamanya aku bisa lari dari masalahku. akulah yang punya masalah, sewajarnya akulah yang menyelesaikannya. mataku semakin menajam menatap pergeseran jarum bekerku. pikiranku melayang, mencoba mengamati dan mengambil hikmah dari kebiasaan benda mati ini. tak seharusnya aku terus menatap ke belakang. tak seharusnya aku meratapi kehidupanku sekarang yang tak seringan dulu. semakin hari aku harus semakin dewasa dan masalah-masalah itulah yang akan mendewasakanku. mataku tetap tertuju pada pergeseran jarum jam bekerku dan aku semakin yakin, waktu akan terus berjalan dan aku butuh untuk hidup, aku harus terus menatap ke depan, aku harus terus berjalan dan aku harus berubah, mengubah yang buruk menjadi baik, terutama adalah merubah penyakit berbahaya di dunia, yaitu MALAS.

kita bisa karena kita mau
kita bisa karena kita terbiasa
kita bisa karena kita mau terbiasa
terbiasa menjadi yang terbaik
terbiasa selalu hidup optimis

Sabtu, 30 Juni 2012

Alhamdulillah

Akhir-akhir ini aku selalu dibuat senang oleh Allah. Hasil jerih payah dan kesabaranku akhirnya membuahkan hasil. Semuanya membahagiakanku. Aku bisa merasakan kepuasan yang teramat dalam. Aku jadi teringat pesan Ayah, tak ada yang instant di dunia ini. Semuanya butuh usaha keras. Semuanya butuh profesional. Jangan selalu mengandalkan otot, tapi lebih seringlah mengandalkan otak. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa. Kadang yang kita anggap gak mungkin tapi Allah bisa merubahnya menjadi mungkin. Tidak semua orang yang sukses terlahir dari keluarga sukses. Tapi kegigihan merekalah yang membuatnya sukses. Selain itu, janganlah berani dengan ibumu karena doa ibumu lah yang paling diijabahi Allah. Hidup itu sangat keras.
Alhamdulillah...terimakasih ya Allah, Engkau selalu hadir kepadaku dan menghadirkan keluarga serta orang-orang sekitar yang istimewa untukku. Arigato :)

Minggu, 10 Juni 2012

dibalik kelemahan ada kekuatan


Ketika kelemahan itu datang, seolah-olah ingin rasanya pergi dari dunia ini, melepas semuanya. Rasa bersalah dan tidak bertanggung jawab pun sirna seketika. Ego semakin memuncak. Hanya rasa kedamaian jiwa dan raga yang ingin diraih.

Kemanakah aku harus melangkahkan kaki ketika kaki tak kuat untuk beranjak dari tempat. Apakah aku harus menyerah. Namun siapakah yang akan sudi mengangkat diriku. Tak selayaknya aku menggantungkan sepenuhnya diriku kepada orang lain, kakiku masih mampu menginjak tanah dengan baik, tanganku masih bisa meraih benda yang jauh dari tempatku berada, dan yang pasti aku masih punya Tuhan, kepadaNya lah selayaknya aku berserah diri sepenuhnya.

Tubuhku tak bisa berdiri tegak. Angin topan seperti menerpaku dari depan, belakang, maupun samping. Namun, pintu di depanku sudah sejak tadi terdengar ketukannya. Kurang tiga langkah lagi aku sudah sampai di pintu itu. tiga langkah lagi aku akan menemukan hal baru di luar sana. Tiga langkah yang akan mengubah diriku. otakku semakin kuat memegang argumennya, namun tubuhku semakin lunglai. 3 langkah yang sangat mudah dipikirkan, namun berat sekali kakiku melangkah. Stres mulai menempa diriku. Aku harus melakukannya. Aku harus melangkah 3 kaki lagi. Aku pasti bisa. aku pasti kuat. Terdengar sorak kekuatan di belakangku terus mendorong tubuhku yang semakin melemah. Man jadda wa jadda. Bismillah.

Rabu, 06 Juni 2012

Otak-otak Encer


Rasanya otak ini serasa ingin pecah. Permasalahan yang tidak rumit semakin hari menjadi semakin rumit. Batasan-batasan yang jelas sudah diatur tak digunakan dengan baik. Satu posisi yang direbutkan dua pemikiran beda. Pemikiran yang memiliki otak-otak encer itu saling beradu persepsi, tak ada keinginan untuk merujuk untuk menemukan solusi bersama.

Tembok itu terlihat semakin hari semakin kokoh dan menjulang tinggi. Perbedaan persepsi yang bergejolak di otak masing-masing masih belum juga menemukan kecocokan. Satu demi satu ranting yang berada di perbatasan itu dipatahkan. Belum terlihat pohon yang menjulang tinggi karena pasokan pupuk ekstra bagus yang otak berikan ke pohon itu. Pohon itu semakin lama semakin terlihat gersang.

Perpaduan antara kedua otak cerdas itulah yang diharapkan. Persatuan persepsi yang bisa saling menguatkanlah yang sangat diidamkan. Namun, pohon tak bisa berbuat banyak. Pohon masih belum bisa menapaki tangga setinggi kedua otak itu. Pohon masih harus berjalan melangkahkan kaki untuk menaikki anak tangga satu per satu. Tolong ijinkan pohon untuk belajar dari kedua otak itu. Pohon ingin pula menjadi bagian dari otak-otak encer.

Jumat, 01 Juni 2012

Kaya or Miskin


Otak dan perasaan terus beradu. Pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tak perlu dipertanyakan datang silih berganti. Otak terus saja kritis menilai seluruh kehidupan ini. perasaan tak mau menerima kritikan-kritikan yang hanya memojokkan kehidupan yang telah aku miliki. Aku tak pernah merasa kekurangan, meskipun tak bisa pula melakukan hal-hal yang berlebihan. Tapi aku tak pernah merasakan sulitnya makan sesuap nasi. Aku masih bisa memilih dan membeli makanan yang aku mau. Lalu apakah yang salah? Yang salah adalah kenapa aku terkadang masih kurang bersyukur.


Banyak orang yang kaya. Mereka bisa membeli apa yang mereka suka, penting atau tidak penting barang yang dibeli itu. Tak pernah melihat harga tapi yang dilihat adalah merk dagang. Beruntunglah anak yang terlahir kaya, sudah bisa merasakan kemudahan dalam setiap hal yang berhubungan dengan materi. Tapi tak jarang pula yang menjadi anak yang sombong dan menyepelekan segala hal. Wajarlah, mereka tak pernah merasa kesulitan, uang bisa membeli banyak hal yang manusia inginkan. Bermain tak cukup ke luar kota, luar negeri pun sudah jadi list tempat rekreasi mereka. Untuk mendapatkan pendidikan yang bisa dilakukan di negeri sendiri pun kadang-kadang tak dilakukan, sekolah luar negeri menjadi pilihan utama. Tanpa bingung cari beasiswa, tanpa pengiritan hidup, tetap enjoy dengan waktu luang yang banyak tanpa kerja part time tapi uang terus mengalir seperti kran yang tidak juga ditutup. Pertanyaannya lagi, apakah salah jika mereka ingin menikmati hasil kerja orang tua mereka? Apa salah jika mereka memanfaatkan kekayaan orang tua mereka?

Di lain sisi, banyak pula orang miskin. Untuk makan nanti sore saja mereka tak tau mau makan dengan apa, apalagi untuk makan sebulan ke depan, setahun ke depan. mereka tak pernah target-target pasti yang akan mereka lakukan untuk jauh ke depan terutama yang berhubungan dengan uang banyak. Untuk makan saja sudah menghabiskan ruang otak mereka, apalagi untuk memikirkan impian-impian yang terlalu tinggi. Biarkanlah semua mengalir seperti air. Semut yang sekecil itu aja tiap hari masih bisa makan, kenapa manusia yang sebesar ini tak mampu mencari makan, pasti bisa. Kesederhanaan dan menerima apa saja yang mereka dapat adalah karakter sebagian dari mereka. Tapi itu hanya beberapa, lalu bagaimana dengan beberapa yang lain? Beberapa yang lain ada yang tak mau terus-menerus hanya menerima saja seperti itu. Namun, sayangnya ada yang mengalihkan ke hal yang baik tapi ada yang ke hal yang buruk pula. Ketika hal baik itu merasuki sebagian dari mereka, maka mereka lebih berusaha keras dengan memutar otak dan mengandalkan otot untuk kehidupan yang lebih baik. Sama halnya dengan mereka  yang dirasuki hal yang buruk, mereka juga memutar otak dan mengandalkan otot tapi diiringi dengan keinginan yang instant, tak jarang kejahatan mereka lakukan demi perbaikan hidup. Salahkan jika mereka ingin merasakan nikmatnya hidup dengan harta yang berlimpah dan serba kecukupan? Salahkah mereka mereka melakukan kejahatan? Jika salah, mana janji orang-orang yang duduk di kursi yang super duper mahal itu? Apakah undang-undang yang sudah ditulis itu hanya menjadi tulisan tanpa aplikasi? Lalu, siapakah yang seharusnya disalahkan?

Otakku yang masih condong ke idealis terus menilai sisi positif dan negatif dalam segala hal. Perasaanku pun terus mendampingi dengan setia, meluruskan ketika otakku mulai berpikir bengkok, mendorong supaya bisa berjalan lebih cepat ketika otakku menemukan ide yang berlian.

Kita perlu melihat ke atas untuk meningkatkan etos kerja dan mencapai impian kita tapi tak lupa untuk melihat ke bawah untuk selalu bersyukur atas apa aja yang sudah mampu kita dapat. Tapi tak cukup hanya dengan melihat saja, segala sesuatu akan terlihat efeknya ketika sudah diaplikasikan so kita perlu aplikasi. Aplikasi apakah yang bisa kita lakukan? Just do what you can do :)

Kamis, 31 Mei 2012

Aku Masih Pantas


Tiba-tiba aku terdiam, aku melihat foto keluarga yang duduk anggun di atas meja belajarku. Senyuman terlihat jelas di wajah mereka tapi wajah lelah lebih terlihat jelas di foto ayah dan ibu. Wajah ibu yang cantik sudah mulai terlihat semakin tirus dan lelah. Wajah ayah pun terlihat seperti itu, diabetes yang menyerangnya sejak 2 tahun yang lalu membuat ayah menjadi kurus. Mataku tak lepas dari pengamatan wajah-wajah malaikat duniaku itu. Semakin kuamati, semakin terlihat perubahan-perubahan yang terjadi pada sosok keluargaku. Tak terasa kini aku dan adek sudah menjadi gadis remaja.

Lamunanku semakin dalam, ingatan tentang kejayaanku dalam hal pendidikan pun terlintas jelas di otakku. Kebanggaan akan prestasi yang selalu memuncak. Kegigihan dalam menuntaskan segala permasalahan sekolah. Support hangat yang selalu dihadirkan oleh orang tua. Dahulu semuanya terasa indah, terasa tak ada masalah yang tak akan mampu aku selesaikan dan akhirnya, akulah yang akan menjadi pemenang. Masa-masa itu masih sering teringat dan tak pernah aku lupakan bahwa aku pernah sangat bahagia.
Semakin dalam aku masuk dalam masa lalu yang penuh dengan kedamaian dan keindahan, semakin sedih rasanya hati ini. Semakin bertambah usia yang seharusnya diiringi dengan semakin banyaknya prestasi yang aku ukir ternyata tak dapat aku lakukan. Kegagalan tes yang aku alami 5 tahun silam telah merubah susunan otakku menjadi tak karuan. Dahulu rasanya hanya perlu waktu 5 menit untuk menghafal hal yang bisa aku ingat hingga 5 bulan ke depan tapi tak terjadi pada saat sekarang, mungkin aku cuma bisa mengingat selama 5 bulan hal yang sudah aku coba untuk menghafalnya selama 5 minggu. Penurunan intelegensi akibat stres karena gagal tes, itulah diagnosisku atas masalahku.

Air hangat yang mulai dipompa oleh kelenjar lakrimalis sudah mengeluarkan air mata dan membasahi pipiku. Menyalahkan diri sendirilah yang selalu aku lakukan, solusi yang tidak menghasilkan, pikirku ketika otakku bisa diajak berpikir sehat tapi tidak ketika emosi sudah menguasai pikiranku. Perasaaan berdoa dan durhaka tak jarang menyelimuti diriku. Rasanya tak ada manfaatnya aku sekolah kalau hanya menghabiskan uang untuk pendidikanku, namun hanya menghasilkan nilai yang menjijikkan.

Sering sekali aku merasa perlu untuk memeriksakan diriku ke psikiater untuk memastikan apakah aku benar-benar sehat atau aku sudah sakit jiwa. tapi sampai sekarang pun aku belum melakukan hal itu. Rasa malu ternyata masih mau menemani hidupku. Rasanya sekarang rasa malulah yang paling melindungiku, bukan rasa percaya diri tinggi lagi yang selalu menggandeng tanganku dulu. Dahulu aku selalu merasa dibutuhkan karena aku memang dibutuhkan, namun bukan diriku yang dibutuhkan tapi lebih tepatnya adalah otakku. Namun hal itu tak berlaku untuk sekarang, yang ada sekarang adalah aku seperti tak ada dan membutuhkan orang lain lah yang lebih sering aku lakukan saat ini. Perubahan drastis yang belum mampu aku pulihkan lagi tapi aku masih ingin pulih, aku masih ingin selalu dianggap ada. Akankah semuanya akan kembali lagi? Berapa lama lagi aku harus menunggu supaya jati diriku yang dulu bisa menjadi milikku kembali? Aku masih pantas, iya, aku masih pantas untuk menjadi yang terbaik lagi, kita masih pantas.


Kamis, 10 Mei 2012

Bahasa Tulisan


Bahasa tulisan tidak jarang menyebabkan missunderstanding, malah bisa dikatakan sering sekali terjadi. Biasanya missunderstanding disebabkan oleh kesalahan cara penyampain atau kesalahan dalam menerjemahkan atau kurang lengkapnya informasi yang ingin disampaikan. Penyebab-penyebab itulah yang paling sering menyebabkan missunderstanding.

Cara penyampaian seseorang biasanya sesuai dengan karakter masing-masing. Ada yang suka dengan bahasa tegas, langsung pada tujuan, bertele-tele, dan lain sebagainya. Biasanya cara penyampaian juga dipengaruhi dari asal seseorang, kebiasaan cara berbicara, dan banyak sekali faktor lainnya. Sebenarnya dari sini kita bisa belajar, tidak semua orang mengenal kita dengan baik tapi pada suatu ketika kita pasti akan harus berkomunikasi dengan orang lain so jadikanlah diri kita seperti bunglon yang mudah beradaptasi.

Ketika kita harus berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau orang yang baru kita kenal atau dalam kondisi formal, sebaiknya kita menggunakan kata-kata dan cara yang lebih sopan. Berbeda ketika kita berkomunikasi dengan teman kita, kita bisa menggunakan bahasa yang lebih santai. Sedangkan ketika kita berkomunikasi dengan orang yang lebih muda usianya dari kita, alangkah baiknya jika kita bisa mengeluarkan kata-kata yang baik yang bisa menjadi teladan buat mereka khususnya buat kita. Apalagi yang sedang kita bahas adalah bahasa tulisan. Ketika kita menyampaikan informasi, orang tidak bisa melihat cara kita menyampaikan kalimat-kalimat kita, tak jarang kalimat yang kita maksudkan dengan tujuan baik, tidak membentak, tidak mendoktrin, atau bahasa lainnya tapi mereka artikan sebaliknya sehingga terjadi kesalahan penerjemahan. Jujur saja, saya tak jarang kesulitan dalam membaca sms yang disingkat-singkat dan tidak menggunakan singkatan yang biasa dipakai. Kadang ada yang menulis hurufnya besar kecil tidak sesuai ejaan, ada yang menggunakan bahasa alay, ada pula yang memadukan huruf dan angka dalam membuat suatu kata. Menurut saya, hal itu memang kadang-kadang membuat singkat suatu pesan secara kuantitas huruf tapi akibatnya bisa memperlama kuantitas waktu dalam membaca karena membutuhkan waktu yang lumayan untuk menerjemahkan kata demi katanya, kecuali bagi orang yang biasa menggunakan bahasa seperti itu pula tapi tak semua orang yang kita kirimkan pesan singkat menggunakan bahasa seperti itu pula. 
Apalagi kalau pesan singkat itu disampaikan ke orang yang sudah tua. Penglihatan orang secara fisiologis akan menurun seiring bertambahnya usia jadi untuk membaca tulisan-tulisan kecil itu orang tua biasanya mengalami kesulitan meskipun sering disiasati dengan menggunakan kacamata plus. Untuk membaca tulisannya saja sudah kesulitan, apalagi untuk menerjemahkan singkatan-singkatan itu. Karena itu, tak jarang orang tua lebih memilih untuk berbicara langsung daripada mengirim pesan singkat. Selain itu, kadang-kadang karena singkatan yang aneh-aneh itu, bisa menyebabkan perbedaan persepsi dalam mengartikan singkatan tersebut so informasi yang ingin disampaikan tidak tersampaikan dengan baik, hal yang paling buruk ketika informasi yang ingin disampaikan dengan informasi yang tersampaikan tidak sama.

Untuk menyiasati kesalahpahaman itu semua, marilah kita selalu belajar untuk bisa beradaptasi dan memahami orang lain. Tempatkan diri kita pada tempat yang sesuai. Kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang artinya kita harus bisa membuat komunikasi yang baik dengan orang lain sehingga komunikasi itu dapat berjalan seperti arus AC yang saling bolak-balik dan membentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. So, mari kita awali dengan cara komunikasi yang baik dan kita awali dari diri kita sendiri.
Jadi contoh orang lain...why not???

Rabu, 09 Mei 2012

Keep Fighting


Mengerjakan skripsi sambil dengerin soundtracknya dream high menambah semangat belajar n_n

Terkadang apa yang kita inginkan tak bisa kita dapatkan tapi jangan berputus asa, InsyaAllah Allah punya rencana lain...bisa jadi akan digantikan dengan hal yang lain yang lebih baik atau apa yang kita inginkan baru dikabulkan pada lain kesempatan.
Lagian kalau kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, tandanya kita belum mempunyai hak sepenuhnya atas hal itu so kenapa kita harus merasa kecewa, menyesal, dan lain-lain.
Lakukan dan manfaatkan apa yang sudah menjadi hak kita aja karena itu lebih baik dan barokah.
Selalu positive thinking, berusaha dan jangan lupa berdoa ^_^

I always love Allah...i'm so sorry that i often make You disappointed with me...i always try try and try to be better better and the best.
I always miss my family too...ayah ibu adek...saranghae my angels :*
Ganbatte...keep fighting...success is ours.aamiiin ^_^

Minggu, 06 Mei 2012

impian itu masih ada


Semakin banyak jejaring sosial yang dapat memudahkan kita untuk mengenal teman baru ataupun menemukan teman lama. Dengan kemudahan itu, kita dapat mengambil hal yang baik tapi juga dapat
mengambil hal yang buruk, semua tergantung dari individu yang menggunakan jejaring tersebut.

Dari cara penulisan status di jejaring sosial tersebut, setidaknya kita mengenal sedikit karakteristik dari teman kita. Ada yang suka menulis status tentang motivasi, agama, cinta dan banyak hal lainnya. Dari status-status tersebut biasanya saya paling suka dengan status yang menunjukkan suatu motivasi apalagi kalau motivasi itu berhubungan dengan karir dan hobby saya, saya biasanya sangat excited sekali.

Beberapa kali saya melihat status-status dan foto-foto teman-teman saya, dosen saya, teman dosen saya, guru saya, teman guru saya, dan lain-lain. Ketika saya melihat kesuksesan mereka, ada rasa iri dan ingin menjadi seperti mereka, ada semangat yang tak sengaja saya rasakan. Apalagi kalau itu adalah berkisar tentang melanjutkan sekolah ke luar negeri. Rasa ingin bersekolah ke jepang dan australia yang sudah menjadi impian saya pasti timbul lagi. Rasa itu semakin kuat ketika melihat status dan foto yang berasal dari orang yang sebaya dengan saya. "kenapa dia bisa tapi saya belum bisa?" sering sekali hati bertanya seperti itu. "apa saya ada kesempatan untuk menjadi seperti mereka atau malah melebihi mereka?" tak jarang terjadi pergulatan antara pikiran dan hati nurani saya.

Sering kali saya mendengar bahwa semua manusia diciptakan dengan komposisi otak yang sama tapi pengolahan dan pemanfaatan otak itu sendirilah yang menyebabkan output otak itu menjadi berbeda. Sebenarnya semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses meskipun dalam bentuk yang berbeda tapi sekarang dikembalikan lagi kepada manusia itu sendiri, mau sukses atau tidak. Dan sangat tidak mungkin kalau tanpa usaha kita dapat dikatakan sukses, meskipun kita berhasil tapi tidak bisa dikatakan sukses karena mungkin luarnya memang terlihat berhasil tapi kepuasan hati pasti tidak ada sehingga tidak ada kesuksesan/kepuasan hati hasil dari keberhasilan tanpa usaha. "man jadda wa jada" siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil.

Thomas Alva Edison...penemu lampu pertama kali. Beliau tidak satu kali percobaan langsung dapat menghasilkan penemuan lampu tersebut tapi lampu baru ditemukan setelah percobaan 9999x. Subahanallah...harus pantang menyerang untuk menghasilkan hal yang kita inginkan. Tidak boleh pesimis, harus terus optimis dan berjuang serta berdoa.
Semoga kita termasuk orang yang dapat memanfaatkan anugerah Allah dan selalu mensyukurinya.aamiiin.
Ayo berkreatifitas...harapan itu masih ada...tinggal kerja keras dan terus berdoa.
Success is ours.aamiiin.
Ganbatte kudasai ^_^
Jepangggggggggggggg....Aussieeeeeeeeeeeeee...wait me, i will go there...see you next time n_n


Sabtu, 05 Mei 2012

Double Five

5-5-2012
"...ini sebaiknya dicari dulu berat padatan awalnya berapa untuk menghitung kadar airnya berapa. bisa jadi dosis 3000 mg/Kg BB itu hanya padatannya saja sehingga bisa menyebabkan toksik, sedangkan yang sudah kamu coba 12.000 mg/Kg BB itu masih banyak kadar airnya sehingga meskipun pemberiannya banyak, mencitnya tidak mati. penting juga tuk mengukur kadar air akhirnya karena tidak semua bahan bisa menyebabkan kadar air 0, bisa jadi masih ada kadar airnya karena ada zat yang memang memikat air..." terang Pak Agus, yang saya jawab dengan memanggut-manggutkan kepala.
Itulah secuplik konsultasi saya dengan salah satu dosen poltek jember, yang serasa kuliah dadakan tentang metode ekstraksi tumbuhan yang saya belum mengenalnya sama sekali. Maklumlah, saya dari fakultas kesehatan sedangkan penelitian skripsi saya tentang tanaman herbal sehingga wajarlah kalau saya harus berkonsultasi dengan pihak yang memiliki ilmu lebih banyak tentang herbal atau tanaman.
Saya ucapkan terimakasih banyak kepada para dosen poltek jember yang telah membantu saya memahami hal-hal yang saya belum tau sebelumnya sehingga saya mengetahui sedikit demi sedikit apa yang sedang saya teliti dan saya mencoba menggabungkan hal-hal yang saya terima darisana dan darisini alias darimana-mana.hehehe...
Subhanallah...sungguh luas ilmu Allah...sungguh banyak hal yang belum saya ketahui...sewajarnya saya dan teman-teman semua haruslah lebih giat menggali dan menggali ilmu-ilmu yang masih banyak menjadi rahasia dan sangat perlu kita pecahkan sehingga kita dapat lebih mensyukuri nikmat Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda "tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina" maksud dari sabda ini tak lain adalah supaya kita terus menggali ilmu walaupun itu jauh dari tempat kita. Motivasi yang sudah diberikan Rasulullah itu bukan tak ada maksud melainkan itu sebuah ajakan dan motivasi untuk kita sehingga selayaknya kita terdorong untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya dan dimanapun kemanapun, terutama adalah ilmu agama karena belajar ilmu agama adalah sangat urgen.
Mari jadikan hidup kita selalu mencari dan mencari ilmu pengetahuan karena semakin banyak ilmu yang kita ketahui maka semakin banyak kesempatan kita untuk bersyukur karena Allah menciptakan alam ini berserta isinya dengan sangat menakjubkan. Tapi jangan lupa tuk mengamalkannya karena ilmu kita yang sebenarnya adalah ilmu yang sudah memberikan manfaat untuk orang lain dan ilmu yang bermanfaat itulah yang akan menjadi salah satu bekal kita menuju surgaNya. Selain itu, dengan ilmu kita akan mengetahui mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk, sehingga kita terhindar dari nerakaNya.
Dengan ilmu kita tak akan buta.
Dengan agama kita tak akan lumpuh.
So...mari menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu agama.
Success is ours.
Aamiiin n_n