Sabtu, 22 Juni 2013

#edisi galau

Dulu...ketika mendengar namamu disebut
tak ada getaran maupun penasaran yang terbesit di dalam hatiku
namamu, bahkan dirimu lewat begitu saja di telinga dan mataku
kekaguman teman-temanku akan dirimu pun, tak membuatku turut mengagumimu
begitulah diriku...aku tak mudah jatuh cinta

Namun, setelah hari itu
setelah nama kita disebut secara bersama
aku mulai penasaran akan dirimu
penasaran di balik sosok dirimu

Sejak saat itu pula, aku mulai mencari tahu tentang dirimu
tak sulit menemukan info tentang dirimu
engkau dikenal oleh banyak khalayak

Sebenarnya, aku ingin bertanya langsung padamu
bertanya tentang apa yang sedang kau kerjakan
apa yang engkau suka
apa yang engkau inginkan
namun, untuk membalas komentarmu saja aku sudah salah tingkah
aku tak mampu mengetik banyak kata
aku hanya mampu mengetik singkat menjawab pertanyaanmu
bukan aku tak ingin, tapi aku tak kuasa menahan bahagiaku

Namun, sepertinya engkau salah mengartikan
sekarang, aku jarang melihat namamu hadir di sosial mediaku
dan yang paling membuatku sedih
sepertinya engkau sedang mengagumi orang lain

Terkadang hati ini ingin berontak
ingin mengatakan apa yang mengganjal di hati
namun otak selalu mampu menahannya
"kalau memang orang lain lebih baik buat dia, maka bersyukurlah, relakan"

Mungkin hingga saat ini dia belum tau apa yang aku rasa
dan aku pun belum tau apa yang dia rasa
aku hanya mengharapkan dia di dalam doaku
jika aku mampu membahagiakan dia
dan jika aku sanggup membawanya ke surga-Nya
aku sangat berharap dia akan menjadi satu-satunya pendampingku
dan aku menjadi satu-satunya pendampingnya

Ya Allah...dekatkanlah jodoh kami
jangan biarkan kami berlama-lama dalam kegundahan akan cinta

aamiiin

Jumat, 08 Maret 2013

IKHLAS, Sulitkah???



“Sesuatu yang paling berharga di dunia ini ialah keikhlasan.” (Yusuf bin Husain Ar-Razi)

Lalu apakah itu ikhlas? Bagaimana bentuknya?
Ikhlas merupakan satu kata sederhana yang memiliki banyak penafsiran. Bisa jadi tiap orang memiliki penafsiran yang berbeda tentang pengertian ikhlas. Ada yang berpendapat bahwa ikhlas berarti hanya mengharap balasan dari Allah. Ada pula yang berpendapat hanya memaksudkan ketaatan kepada Allah, dan lain sebagainya. Pada hakikatnya yang dimaksud adalah sama yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah.
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas dan ditujukan untuk mengharap wajah-Nya.” (HR. An-Nasa’i)

Lalu mudahkah ikhlas itu?
Abdullah bin Mutharrif berkata, “Mengupayakan keikhlasan dalam amal sampai benar-benar ikhlas lebih sulit daripada beramal itu sendiri.”
Walaupun ikhlas terlihat sepele, namun ternyata pelaksanaannya cukup sulit, terutama bagi yang sudah mengukir otaknya dengan tulisan “ikhlas itu sulit”. Sebab, keikhlasan akan menghalangi dirinya dari keinginan-keinginan dan syahwatnya. Untuk mewujudkan dan mempertahankannya dibutuhkan usaha yang besar.
Ats-Tsauri berkata, “Saya tidak pernah menangani sesuatu yang lebih sulit daripada niat saya. Niat saya sering terbolak-balik.”

Bagaimana mengupayakan keikhlasan?
1. Mengagungkan Allah sebagaimana mestinya
Segala nikmat adalah dari-Nya dan segala kebaikan adalah dari kemurahan-Nya. Jika seorang hamba bisa berbuat sesuatu, itu adalah berkat bantuan Allah. Apapun yang Dia kehendaki pasti terjadi, sementara yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi.

2. Mempelajari hakikat keikhlasan
Yahya bin Abu Katsir menuturkan, “Pelajarilah niat, sesungguhnya niat itu lebih sulit daripada amal!”
Al-Maqdisi menulis, “Duhai, bagaimana akan baik niat seseorang yang tidak mengerti hakikat niat? Atau bagaimana akan ikhlas seseorang yang membenarkan niat, jika ia tidak mengerti hakikat ikhlas? Atau, bagaimana seseorang yang ikhlas menuntut dirinya untuk tulus, jika ia tidak memahami dengan baik makna ketulusan? Kewajiban pertama seorang hamba yang ingin menaati Allah adalah mengetahui terlebih dahulu apa itu niat agar ia berma’rifah kepada-Nya. Lalu, barulah ia membenarkannya dengan amal, setelah ia memahami hakikat ketulusan dan keikhlasan yang merupakan jalan menuju keselamatan bagi seorang hamba.”

3. Mengingat-ingat pahala ikhlas dan akibat tidak ikhlas
“Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan adzab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat, di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.” (QS. Ash-Shaaffaat : 38-44)

4. Muraqabah dan mujahadah
Caranya dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum beramal. Apakah yang diinginkan? Jika niatnya benar, maka mulai beramal. Jika niatnya tidak benar, maka mesti diluruskan dulu sebelum memasuki gerbang amal.
Umar berpesan, “Waspadalah terhadap hasrat yang ada sebelum terjadi kesalahan. Sesungguhnya, hal itu adalah awal dari kesalahan. Selain itu, janganlah kamu lupa kepada Allah sehubungan dengan isi hati kalian.”

5. Isti’anah atau memohon pertolongan kepada Allah
Caranya dengan menampakkan kebutuhan kepada Allah, memperbanyak doa, dan tawassul kepada-Nya supaya diberi taufik untuk ikhlas karena Allah adalah Zat yang mampu membolak-balikkkan hati dan memalingkannya. Memohon pertolongan kepada-Nya adalah jalan terbaik untuk menggapai keikhlasan dan menepis kebalikannya karena tidak ada daya dan kekuatan untuk beribadah, kecuali dengan pertolongan Allah.
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.: (QS. Al-Fatihah : 5)

6. Memperbanyak amal ibadah
Setan ingin agar seorang hamba meninggalkan amal ibadah sama sekali atau mengerjakannya tidak sebagaimana mestinya.
Al-Hasan Al-Bashri berujar, “Jika setan melihatmu dan mendapatimu konsisten di dalam menaati Allah, ia akan bosan kepadamu dan berpaling darimu. Namun, jika kamu kadang-kadang taat dan kadang-kadang melanggar, maka setan akan bersungguh-sungguh untuk memperdayaimu.”

7. Meninggalkan ujub dan meremehkan orang lain
Salah satu pintu masuk setan yang paling lapang kepada seorang hamba ialah mendorongnya untuk melihat amalnya, berbangga atasnya, dan berusaha supaya dilihat orang lain disaat melakukannya. Padahal, berbangga atas amal atau ujub merupakan bentuk syirik, menyekutukan Allah dengan diri sendiri.
“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar". (QS. Al-Hujurat : 17)

8. Berkawan dengan orang-orang yang baik
Rasulullah bersabda, “Seseorang itu seakhlak dengan kawan dekatnya maka hendaklah setiap orang melihat siapa yang menjadi kawan dekatnya. Perumpamanaan teman yang baik dan teman yang buruk laksana pembawa minyak wangi dan peniup besi (pandai besi). Pembawa minyak wangi, mungkin kamu membeli minyak wangi darinya atau kamu akan mendapati aroma wanginya. Sedangkan peniup besi mungkin akan membakar pakaianmu atau kamu akan mendapati aroma yang gosong.

9. Meneladani orang-orang yang ikhlas
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)

10. Menjadikan ikhlas sebagai tujuan
Banyak orang yang ingin ikhlas tapi sedikit sekali yang bisa ikhlas. Jika ingin menjadi orang yang ikhlas jadikanlah ikhlas sebagai tujuan yang senantiasa dikejar.

Sumber : Al-Ba’dani, Faishal bin Ali. 2007. Ikhlas, sulitkah? Solo : Aqwam.

Rabu, 26 Desember 2012

1st Day (Ko-Ass)

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi seorang dokter muda di RSD dr. Soebandi. Stase pertama yang harus aku lewati adalah stase mata. Stase ini merupakan salah satu stase minor yang melelahkan. Mengapa melelahkan? Karena tugasnya yang bejibun, mulai dari lapsus, refrat, tugas harian, pre-test, post-test, dan tugas-tugas yang lain, tak lupa pula ditutup dengan ujian lisan dan responsi. Dengerinnya aja susah WOW apalagi melakukannya tapi tetap harus positive thinking dan semangat karena tak ada sesuatu apapun yang didapat tanpa dilakukan pengorbanan. Belajar mengorbankan dan mengikhlaskan waktu bermain dan berleha-leha. Walaupun demikian, sebenarnya masih bisa bermain-main kok tapi harus pintar-pintar manage waktu dan menjaga kesehatan.
Beberapa pengalaman menarik dan konyol telah aku lalui hari ini. Kerennya kalau sudah jadi DM, kita bisa memegang pasien secara langsung. Namun, harus selalu ingat bahwa pasien adalah manusia yang harus tetap dihormati dan dijaga kehormatannya. Kita harus pandai-pandai dalam memegang pasien. Maksudnya memegang disini bukan hanya pegang tangan ya, tapi lebih luas lagi yaitu menganamnesis (menanyakan identitas diri dan keluhan-keluhan yang dirasakan), pemeriksaan hingga pembuatan resep. Mengapa harus pandai memegang pasien? Karena pasien adalah guru terbaik seorang DM. Melalui pasien, seorang DM dapat belajar penyakit secara visual. Penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah dipelajari melalui text book.
Selain hari ini pengalaman pertamaku jadi DM, hari ini juga merupakan hari pertamaku jaga on call. Semoga tak ada pasien baru yang datang malam-malam ke IGD dengan keluhan sakit mata supaya gak keluar rumah malam-malam, aslinya sih males ganti-ganti baju, keluarin motor dan melaju malam-malam menuju rumah sakit.hehehe...
Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan mendapatkan ilmu yang banyak, serta selalu sehat walafiat. aamiiin.

Jadilah Pemuda Muslim yang Taat dan Pandai


Pemuda muslim bukanlah pemuda yang latah dengan perkembangan zaman. Pemuda muslim sejati selalu mempunyai keteguhan hati untuk memperjuangkan kebenaran yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-sunnah. Segala ucapan dan tindakannya hanyalah untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia semata. Janganlah takut dianggap kuno atau tidak gaul hanya karena selalu berupaya menjalankan perintah dan sunah-Nya. “Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani). Namun, pemuda muslim sejati bukan pula yang tertinggal oleh perkembangan zaman karena Allah telah menganugerahkan manusia akal untuk berpikir. "..... Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar : 9). Allah menganjurkan kepada manusia untuk menuntut ilmu karena Allah menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia dan sepandai-pandainya manusia adalah yang mampu mengambil hikmah-Nya.

Selasa, 30 Oktober 2012

Double K (Kanker dan Korupsi)



Indonesia diibaratkan tubuh manusia dan sel-selnya adalah rakyat Indonesia.  Tidak hanya sel baik saja yang menyusun tubuh manusia, namun sel jahat tidak jarang pula turut berpartisipasi di dalamnya. Sel jahat lebih dikenal dengan sel kanker. Sel kanker akan berproliferasi atau tumbuh dengan cepat. Sel kanker tumbuh dengan cara menekan sel normal (sel baik) sehingga sel kanker tumbuh membesar. Awalnya sel kanker hanya menggerogoti satu tempat, namun lama-kelamaan sel kanker akan bermetastase atau menyebar ke tempat lain. Pertumbuhan sel kanker ini sama halnya dengan korupsi.

Korupsi sudah menyebar luas di Indonesia, malah sudah ada yang tersusun sistematis seperti halnya jaring laba-laba. Melihat fenomena ini, seandainya saya ketua KPK maka saya akan menyusun strategi. Pertama, saya menyusun peraturan pemberantasan korupsi, lalu menganalisis jaring laba-laba yaitu mencari koruptor beserta relasi-relasinya karena tak jarang antara satu korupsi dengan korupsi yang lain saling berkaitan.

Cara memberantas korupsi sama halnya dengan cara memberantas sel kanker, yaitu pemberantasan hingga akarnya. Karena itu, diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh karena jika ada bagian kecil saja yang tidak terdeteksi, ditakutkan dari yang kecil itu tumbuh membesar dan akhirnya menyebar ke tempat yang lain lagi sehingga pemberantasan tidak akan bisa tuntas. Sedangkan untuk pelakunya, sebaiknya meniru cara pengobatan kanker yaitu membuang kanker itu sendiri dan kemoterapi. Membuang kanker diartikan mengasingkan para pelaku koruptor. Sedangkan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa diartikan dengan diadakannya penyuluhan bahayanya korupsi sehingga mampu membunuh niat rakyat untuk berkorupsi.

Jumat, 12 Oktober 2012

Bahagia Karena Bersyukur

Setiap manusia berhak berkhayal. Berharap lebih dari apa yang dimiliki saat ini. Karna hal itu dapat membuat   hidup semakin bersemangat untuk meraih sukses masa depan. Keinginan dalam hidup ibarat menggali lubang,  dimana lubang itu harus ditutupi pasir supaya tidak berlubang lagi dan pasir itu adalah sebuah usaha. Semakin besar suatu keinginan berarti semakin dalam lubang digali, secara otomatis hal itu membutuhkan pasir yang lebih banyak lagi alias dibutuhkan banyak usaha untuk mencapai keinginan.

Tak semua orang beruntung dengan harta yang melimpah, kebahagiaan yang mencerahkan jiwa. Tapi tak ada yang salah ketika banyak orang mengharapkan semua surga dunia itu. Keinginan yang selalu berharap untuk terkabul. Keinginan yang selalu didambakan supaya cepat terealisasi. Keinginan yang tak jarang membuat seseorang menjadi terlena. Terlena akan kegemerlapan kebahagiaan yang dijanjikan. Padahal kebahagiaan itu sebagian besar bukan berasal dari luar tubuh kita melainkan dari dalam diri kita.

Kita akan merasa bahagia ketika signal kebahagiaan yang ada dalam diri kita menyatakan bahwa kita sedang bahagia. Kita sedang bahagia ketika otak kita menyetujui bahwa kegembiraan berpihak pada diri kita. Lalu mengapa kita masih buta dengan kebahagiaan itu. Kita bisa bahagia walau dalam keadaan gundah gulana. Kita mampu membahagiakan diri kita kapanpun dan dimanapun. Karena kebahagiaan ada dalam relung jiwa kita dan selalu bersama kita. Tak jarang kebahagiaan mengetuk pintu hati kita untuk mempersilakannya masuk tapi cukup jarang hati kita membiarkan kebahagiaan itu masuk dan membahagiakan kehidupan kita.

Syukur adalah sahabat terdekat bahagia. Bahagia sangat menyenangi orang-orang yang bersyukur. Tak jarang bahagia sulit berpisah dari orang-orang yang dengan tulus ikhlas menerima semua yang dia punyai. Walaupun di hadapan orang lain itu kurang, namun bagi orang yang pandai bersyukur itu adalah cukup. Namun, realita zaman sekarang, jarang orang yang mampu bersyukur dengan semua yang didapat. Kekurangan dan mengharapkan lebih dan lebih lagi, itulah yang lebih sering menghinggap di pemikiran sebagian besar orang. Berharap memiliki kebahagiaan seperti orang lain, berharap memiliki harta melimpah seperti orang lain, berharap memiliki seluruhnya seperti yang orang lain miliki. Kurang adanya rasa bersyukur itulah yang membuat bahagia malas untuk mendekatinya.

Biarkanlah bahagia menemani kehidupan kita. Dan menjadikan bahagia sahabat terbaik kita, yaitu dengan cara merekrut syukur sebagai asisten pribadi kita :)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Resensi Novel Menggapai Impian, Merengkuh Cinta



Novel "Menggapai Impian, Merengkuh Cinta" adalah salah satu novel yang saya dapat karena saya memenangkan lomba resensi novel "Antusiasme". Saya sangat senang sekali karena selain mendapatkan novel, saya juga mendapat surat yang ditulis langsung oleh penulisnya (tulisan tangan), yaitu Heni Kurniawati. Tapi sebenarnya ada yang miss karena tanda tangannya tidak tertulis di bukunya langsung. Ibaratnya sudah dikasih emas tapi malah minta berlian.hehehe...kurang bersyukur.

Novel ini bercerita tentang seorang cewek bernama Naila yang berasal dari keluarga kurang harmonis, ayah dan ibunya sudah bercerai. Dia adalah anak pertama dari lima bersaudara. Meskipun dia berasal dari daerah, tepatnya Pare, Kediri namun dia mempunyai tekad yang kuat untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. Dia pun nekat kuliah ke Surabaya dan berusaha membiayai kuliahnya dengan uang hasil kerjanya sendiri. Awalnya dia bekerja di sebuah restoran Jepang, lalu dia melamar menjadi pegawai kantoran yang berkecimpung dalam dunia jasa penerjemah, Inggris - Indonesia dan Indonesia - Inggris. Di kantor itulah Naila bertemu dengan Erick. Lalu mereka saling jatuh cinta. Erick adalah bos sekaligus pacar yang sangat dicintai oleh Naila. Namun ternyata indahnya cinta tak selamanya berpihak kepada mereka. Erick harus kembali ke Palu setelah mamanya meninggal. Naila dibuat kecewa oleh Erick karena Erick tak pernah menjelaskan alasannya untuk tidak kembali ke Surabaya dan memutuskan hubungan mereka. Untunglah Naila masih mempunyai sahabat-sahabat yang selalu menghiasi hidupnya. Akhirnya Naila keluar dari kantor itu dan membuka usaha sendiri. Usahanya tak jauh dari keahliannya, yaitu jasa penerjemah. Seiring berjalannya waktu, Naila sadar bahwa dirinya adalah muslimah, sudah seharusnya dia menutup auratnya. Keputusan Naila untuk berjilbab mampu menggetarkan hati Izzul. Izzul pun segera melamar Naila. Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba Erick muncul lagi di hadapan Naila. Naila yang dalam proses menuju pernikahan pun menjadi kaget. Otaknya masih berteriak meminta penjelasan mengapa Erick meninggalkannya pada waktu itu. Erick pun menjelaskan alasan mengapa dia tak kembali ke Surabaya dan memilih menetap di Palu, karena itulah keinginan mamanya sebelum mamanya meninggal. Erick meminta maaf kepada Naila dan dia meminta Naila untuk kembali kepadanya. Namun, Naila menolaknya, Naila sudah menerima lamaran Izzul yang berarti Naila sudah memutuskan untuk menjalankan hidup bersama Izzul. Akhirnya Naila dan Izzul menikah dengan dihadiri oleh Erick. Tak lama kemudian Erick kembali ke Palu. Kembalinya Erick ke Palu seorang diri adalah suatu kebahagiaan untuk Deeya, sekretaris sekaligus seorang gadis yang mencintai Erick.

Secara keseluruhan alur cerita dalam novel ini sangat bagus. Cerita cinta yang bercabang ini tertulis sangat rapi dan mudah dipahami. Dengan gaya bahasa campuran antara bahasa indonesia dan bahasa khas Jawa Timur atau ala Surabaya membuat saya semakin nyaman untuk membacanya karena kebetulan saya berasal dari Surabaya sehingga hafal dengan logat bicaranya. Selain itu, novel ini syarat dengan pesan-pesan moral. Dalam novel ini mengajarkan kepada kita bahwa semua orang berhak untuk menggapai impiannya. Impian tak mengenal harta atau silsilah keluarga. Impian lebih mengenal usaha dari yang ingin mencapainya. Siapa yang mau berusaha maka dialah yang berhak menggapainya. Ibarat padi, siapa yang mau menanamnya maka dialah yang akan memanennya. Tapi jangan lupa untuk berdoa juga. Penulis juga mengajarkan bahwa penting untuk belajar ilmu ikhlas karena kita tak berhak memutuskan segala sesuatu semau kehendak kita. Kita hanya berhak menjaganya, begitu pula dengan cinta, kita hanya berhak menjaganya ketika cinta itu menjadi hak kita tapi kita harus ikhlas melepaskannya ketika cinta itu tak berpihak lagi kepada kita. Allah lebih mengetahui jauh daripada yang kita ketahui. Dan sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang sudah halal.

Di lain sisi, penampilan novel ini sedikit membosankan. Penyetakan novel seperti buku sepertinya kurang tepat karena novel terlihat bukan seperti novel biasanya tapi malah seperti buku sekolah. Sebaiknya novel dibuat dalam bentuk yang lebih kecil dan tulisan dibuat lebih jarang sehingga pembaca lebih nyaman untuk membacanya.